Challenges in the Implementation of Character Education at the Indonesian School of Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia
Main Article Content
Abstract
Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam sistem pendidikan Indonesia yang bertujuan membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki identitas kebangsaan yang kuat. Implementasi pendidikan karakter pada Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Malaysia menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan sekolah di Indonesia karena berlangsung dalam lingkungan multikultural dengan pengaruh budaya dan sistem sosial negara setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai tantangan yang dihadapi SIKL dalam mengimplementasikan pendidikan karakter serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan sekolah untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, peserta didik, serta orang tua. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di SIKL dipengaruhi oleh keberagaman latar belakang budaya peserta didik, pengaruh globalisasi dan media digital, keterbatasan kolaborasi antara sekolah dan keluarga, serta perlunya penguatan kapasitas guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian, SIKL telah mengembangkan berbagai strategi melalui pembiasaan karakter, keteladanan guru, integrasi nilai karakter dalam pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, serta penguatan kerja sama dengan orang tua dan komunitas Indonesia di Malaysia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi pendidikan karakter di SIKL memerlukan sinergi yang berkelanjutan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar nilai-nilai karakter bangsa tetap terinternalisasi dalam diri peserta didik meskipun berada di lingkungan global