Merawat Kepedulian Lingkungan Melalui Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal Di Sekolah Dasar Kawasan Ekosistem Leuser
Main Article Content
Abstract
Kerusakan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang terus meningkat akibat penebangan liar telah memicu berbagai persoalan ekologis dan sosial, seperti banjir, konflik manusia–satwa, serta tergerusnya nilai kearifan lokal. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan serius dalam upaya pelestarian alam dan budaya yang perlu segera ditangani secara sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar yang berorientasi pada penguatan keselarasan hidup yang harmonis antara manusia, alam, dan budaya lokal di Kawasan Ekosistem Leuser. Potensi alam serta kearifan lokal masyarakat KEL dijadikan sebagai basis utama dalam pengembangan model pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan memahami secara mendalam potensi alam dan kearifan lokal Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) serta relevansinya sebagai basis penguatan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar dalam rangka menanamkan keselarasan hidup antara manusia, alam, dan budaya. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, serta analisis dokumen berupa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi alam dan kearifan lokal KEL memiliki kecocokan yang kuat dengan materi pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada pembelajaran teks narasi, deskripsi, cerita rakyat, dan ekspresi sikap. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan kompetensi kebahasaan, tetapi juga sebagai wahana strategis dalam pelestarian lingkungan dan penguatan kearifan lokal di wilayah rawan kerusakan ekologis seperti Kawasan Ekosistem Leuser.