KEPERCAYAAN-KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP TRADISI KENDURI BLANG GAMPONG PULO TEUNGOH KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR KABUPATEN NAGAN RAYA
Main Article Content
Abstract
Sejarah kehadiran Islam dalam masyarakat Indonesia yang ditandai dengan nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang turun temurun yang mengakibatkan bercampurnya dua unsur budaya yang berbeda yaitu Islam dan budaya lokal. Seiring dengan berjalannya waktu adat tersebut diseluruh daerah di Indonesia, salah satunya di Aceh kecamatan Seunagan Timur kabupaten Nagan Raya. Daerah tersebut masih kental dengan adat istiadat salah satunya adalah adat turun ke sawah. Adat turun ke sawah atau sering di sebut “adat troen u blang (meugou)”. Permasalahan yang peneliti temukan di lapangan adalah masih berlakunya pelaksanaan kegiatan troen u blang yang berlaku di masa Ulee Balang dahulu bahkan sampai sekarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara. Lokasi penelitian terletak di Gampong Pulo Teungoh Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini yaitu Kepercayaan masyarakat terhadap tradisi kenduri blang Gampong Pulo Teungoh Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya, adalah sama-sama mempercayai meyakini bahwasannya tradisi kenduri blang tersebut merupakan warisan dari para leluhur pada zaman dulu yang harus dilestarikan dan dijaga sebaik-baiknya. Seluruh Masyarakat juga yakin bahwa tradisi tersebut sebagai bentuk ungkapan rasa Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang telah dilimpahkan bagi manusia. Proses pelaksanaan nya adalah dilakukan di masjid, meunasah, dan juga balai tani. Biasanya kenduri blang dilaksanakan empat kali yakni ketika menabur benih (kenduri bubur), ketika mencabut benih (kenduri ie bu), ketika pada mulai berisi/beuteng (kenduri leumang), dan ketika padi sudah di panen (kenduri Ulee Thon).
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Anggito, A. & J. S. (2018). Metode Penelitian Kualitatif.
Asmi Rol, Adhitya & Pratama, Y. (2020). BUKU AJAR PENDIDIKAN SEJARAH (Cetakan Pe). Bening Media Publishing.
Dasih, I. G. A. R. P. & I. A. N. (2021). Komunikasi Budaya dalam Tradisi Tatebahan di Desa Bugbug Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem (V. Priya (ed.); Pertama). Nilacakra Publishing House.
Jamaluddin, J., Faisal, Jumadiah, Herinawati, M. Rasyid, L., & Amalia, N. (2016). Adat dan Hukum Adat Nagan Raya.
Toet, Y. (2012). Indonesia Punya Cerita: Kebudayaan dan Kebiasaan Unik di Indonesia (N. Rivai (ed.); Pertama). Cerdas Interaktif.
Wawancara
Aida. (2024). Wawancara, Pelaksanaan tradisi kenduri blang. Gampong Pulo Teungoh. 29 Juli.
Jahadah. M. (2024). Wawancara, ketua tuha peut, kepercayaan masyarakat terhadap tradisi kenduri blang. Gampong Pilo Teungoh. 26 Juli.
Jasmadi. (2024). Wawancara, keujruen blang, Kepercayaan terhadap tradisi kenduri blang. Gampong Pulo Teungoh. 26 Juli.
Jahadah. M. (2024). Wawancara, ketua tuha peut, kepercayaan masyarakat terhadap tradisi kenduri blang. Gampong Pilo Teungoh. 26 Juli.
Kamaruddin. (2024). Wawancara, dengan mantan keujruen blang, Proses pelaksanaan tradisi kenduri blang. Gampong Pulo Teungoh. 27 Juli.
Nurhayati. (2024). Wawancara, masyarakat gampon terhadap tradisi kenduri blang. Gampong Pulo Teungoh. 28 Juli.
Rusliadi. (2024). Wawancara, Bapak Geuchik, Kepercayaan terhadap tradisi kenduri blang, Gampong Pulo Teungoh. 25 Juli.
Kardo Riki. (2024). Wawancara, Proses pelaksanaan tradisi kenduri blang. Gampong Pulo Teungoh. 28 Juli.
Zainuddin. (2024). Wawancara, proses pelaksanaan tradisinkenduri blang. Gampong Pulo Teungoh. 28 Juli.
Zamzami. (2024). Wawancara, Tgk di Gampong Pulo Teungoh, Sejarah Gampong Pulo Teungoh. 25 Juli.