PEMBUATAN INDIKATOR ALAMI ASAM BASA TERBARU DARI BUAH TANAMAN GENDOLA BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA)
Main Article Content
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah perubahan warna yang terjadi pada ekstrak buah gondola binahong ketika di teteskan pada larutan asam dan basa (NaOH,HCl,NH4OH dan CH3COOH) dan keakuratan ekstrak buah gondola binahong dijadikan untuk indicator asam basa pada percobaan titrasi asam basa. Buah gondola binahong memiliki pigmen warna merah yang diduga berasal dari antosianin. Pigmen antosianin ini bersifat larut dalam air sehingga mampu bereaksi baik dengan asam maupun basa. Karakteristik perubahan warna ini menjadi potensi ekstrak buah gondola binahong sebagai indicator dalam menentukantitik akhir pada titrasi asam basa. Perbandingan pelarut etanol : ekstrak buah gondola binahong (1:10) mampu mengekstrak secara optimal dengan metode ektraksi teknik maserasi selama 23 jam. Karakteristik indicator ini meliputi uji perubahan warna dalam berbagai ph, uji ekstrak, dan titrasi asam basa dengan perbandingan indicator metil jingga dan indicator fenolftalein (pp), identifikasi menggunakan spektrofotometer sinar tampak.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Anwar. (2022). Ekstrak Bunga Telang Sebagai Indikator Asam Basa Pengganti Indikator Universal yang Ekonomis. Jurnal PGMI, 5(2).
Bahadori & Maroufi, 2016. Volumetric AcidBase Titration by using of Natural Indicators and Effects of Solvent and Temperature. Austin Chromatography, 3(1):1–4.
Wrolstad, R., (2001), The Possible Health Benefits of Anthocyanin Pigments and Polyphenolics.
Brat, P., Tourniaire, F., & Amiot-Carlin, M. J. (2008). Biochemistry of Color: Pigments. In C. Socaciu (Ed.), Food Colorants (pp. 71–87). New York: CRC Press.
Nuryanti, S.; Matsjeh, S.; Anwar, C.; dan Raharjo, T. J. 2010. “ Indikator Titrasi Asam-Basa Dari Ekstrak Bunga Sepatu (Hibiscus rosa sinensis L)”. Agritech 30 (3)
Sandeep B Patil, MS Kondawar, DS Ghodke, NS Naikwade and CS Magdum, (2009). Use of Flower Extracts as an Indicator in Acid-Base Titrations, Research J. Pharm. And Tech.2 (2).
Lestari, P. 1846. “Kertas Indikator Bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Untuk Uji Larutan Asam-Basa”. Jurnal Pendidikan Madrasah, 1(1)
Nuryanti, S.; Matsjeh, S.; Anwar, C.; dan Raharjo, T. J. 2017. “ Indikator Titrasi Asam-Basa Dari Ekstrak Bunga Sepatu (Hibiscus rosa sinensis L)”. Agritech Vol. 30, No. 3
Marwati, S. 2010. “Aplikasi Beberapa Ekstrak Bunga Berwarna sebagai Indikator Alami Pada Titrasi Asam Basa”.Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA. Yogyakarta : FMIPA UNY.
Dyah, Susilowati. Putri, Manggara Mitha. 2009. Aktivitas Antibakteri Ekstrak n-Heksan, Etil Asetat, dan Etanol 70% Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steen) terhadap Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi.
Petrucci,Ralph H. Kimia Dasar, Jilid 2, Cet. Ke4, terj. Suminar Achmadi, Jakarta: Erlangga, 1987.
Chang,Raymond. 2004. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti. Edisi ke-3. Jilid 1. Erlangga. Jakarta.
Yunita. 2011. Asam Basa. Bandung: CV Insan Mandiri
Arzawinda, 2015. A Review on the Extraction Methods Use in Medicinal Plants, Principle, Strength and Limitation. Medicinal & Aromatic Plants, 4(3), pp.1–8.
Okoduwa, S.I.R. et al., 2015. Comparative Analysis of the Properties of Acid-Base Indicator of Rose ( Rosa setigera ), Allamanda ( Allamanda cathartica ), and Hibiscus ( Hibiscus rosa-sinensis ) Flowers. Biochemistry Research International, 2015, pp.1–6.
Wardani RA, Azizah R. Management of Solid Medical Waste on One of the Covid19 Referral Hospitals in Surabaya, East Java [online].12(1):38–44.Dari:https://e-journal.unair.ac.id/JKL/article/view/20967 [23 Maret 2021].
Purwono, B. dan Mahardani, C. (2009). Pembuatan senyawa turunan azo dari eugenol dan penggunaannya sebagai indikator titrasi. Indonesian Journal of Chemistry 9: 95-98.