PROGRAM PENYULUHAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN UNTUK ANAK BALITA DENGAN RESIKO STUNTING
Main Article Content
Abstract
Tanjung Mas, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak balita agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Stunting menjadi perhatian besar karena banyak anak balita yang mengalami pertumbuhan tidak optimal akibat kekurangan gizi. Stunting menjadi perhatian besar karena banyak anak balita yang mengalami pertumbuhan tidak optimal akibat kekurangan gizi. Program pemberian makanan tambahan (PMT) pun hadir sebagai inisiatif untuk mengatasi masalah ini. Stunting atau gagal tumbuh adalah kondisi di mana anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya akibat kekurangan gizi kronis, Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka stunting adalah melalui pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada anak-anak balita yang berisiko mengalami stunting. Pemberian Makanan Tambahan ini biasanya meliputi makanan yang kaya akan protein, vitamin, mineral, dan zat gizi mikro yang penting bagi pertumbuhan anak. Pemberian makanan tambahan pada kegiatan ini meliputi makanan tinggi protein seperti telur, kacang hijau, serta buah dan sayuran segar. Melalui pendekatan ini, anak-anak yang berisiko stunting diharapkan mendapatkan asupan gizi yang mampu mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif mereka. Pendekatan holistik ini menargetkan pemberian gizi yang cukup, sekaligus membantu membangun kebiasaan makan yang sehat dalam keluarga. Berdasarkan hasil evaluasi awal, sebagian besar anak mengalami peningkatan berat badan dan tinggi badan dalam batas yang sehat setelah beberapa kali pertemuan. Di sisi lain, para orang tua juga semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi yang tepat dan mulai menunjukkan perubahan dalam pola makan keluarga di rumah. Secara keseluruhan, program pemberian makanan tambahan di Desa Tanjung Mas ini memberikan dampak positif, tidak hanya bagi anak-anak yang terlibat, tetapi juga bagi masyarakat desa secara luas. Ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan stunting membutuhkan dukungan komunitas, edukasi, serta akses ke sumber daya yang memadai
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Anwar, S., Winarti, E., & Sunardi, S. (2022). Systematic Review Faktor Risiko, Penyebab Dan Dampak Stunting Pada Anak. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(1), 88-94. https://doi.org/10.47650/jpp.v6i1.679
Kasron, K., Susilawati, S., & Subroto, W. (2021). PKM Penanganan Stunting Desa Kawunganten Lor Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap: Sasaran Keluarga Dengan Anak Stunting. Abdi Geomedisains, 87-91. https://doi.org/10.23917/abdigeomedisains.v1i2.207
Rusliani, N., Hidayani, W. R., & Sulistyoningsih, H. (2022). Literature review: faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Buletin ilmu kebidanan dan keperawatan, 1(01), 32-40. https://doi.org/10.56741/bikk.v1i01.39
Anwar, S., Winarti, E., & Sunardi, S. (2022). Systematic Review Faktor Risiko, Penyebab Dan Dampak Stunting Pada Anak. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(1), 88-94. https://doi.org/10.32831/jik.v11i1.445
Nadirawati, N., Susilowati, S., Suharjiman, S., Bangun, A. V., Suryaningsih, C., & Novianti, S. W. (2023). Pelatihan pengolahan makanan tambahan dan pendamping ASI untuk mengatasi stunting di Desa Kertawangi Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(1), 76-86. https://doi.org/10.30653/jppm.v8i1.231