TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS VI DI SD NEGERI 9 KOTA BANDA ACEH
Main Article Content
Abstract
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas fisik siswa yang berdampak pada tingkat kebugaran jasmani yang belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas VI di SD Negeri 9 Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI yang berjumlah 60 orang, dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 siswa (35% dari populasi). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui serangkaian tes kebugaran jasmani yang meliputi lari 40 meter, gantung siku tekuk, baring duduk 30 detik, loncat tegak, dan lari 600 meter. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa kelas VI SD Negeri 9 Kota Banda Aceh berada dalam klasifikasi sedang, dengan persentase sebesar 65% (13 siswa), dan 35% (7 siswa) berada pada klasifikasi kurang. Nilai rata-rata tingkat kebugaran siswa adalah 14, yang sesuai dengan kategori sedang menurut norma kebugaran jasmani usia 10–12 tahun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar siswa memiliki tingkat kebugaran jasmani yang cukup memadai, namun masih diperlukan peningkatan aktivitas fisik yang lebih rutin dan bervariasi baik di sekolah maupun di rumah, untuk menunjang pertumbuhan fisik dan kesiapan belajar siswa secara optimal.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Darmawan. (2017). Pendidikan jasmani dan kebugaran jasmani. Bandung: Alfabeta.
Depdiknas. (2010). Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). Jakarta: Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani.
Hartati, S., Yusnidar, & Suherman. (2012). Perbedaan kebugaran jasmani berdasarkan jenis kelamin siswa SD. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 8(2), 157–163.
Iyakrus. (2018). Pengaruh aktivitas fisik terhadap perkembangan motorik anak usia sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Olahraga, 5(2), 168–173.
Kartika, A., & Hidayat, R. (2021). Hubungan waktu tidur dengan kebugaran jasmani siswa sekolah dasar. Jurnal Kesehatan dan Olahraga, 9(1), 22–28.
Maulana, I., Fitriani, & Rahmawati, E. (2022). Pengaruh pola makan terhadap kebugaran jasmani anak usia sekolah dasar. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 13(2), 45–52.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (edisi revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Pratama, A. (2018). Perkembangan fisik dan kognitif anak usia sekolah dasar. Jakarta: Kencana.
Putri, A. M., & Ardiansyah, R. (2024). Manfaat olahraga teratur bagi kesehatan mental dan sosial siswa. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 6(1), 15–26.
Riduwan. (2009). Metode dan teknik menyusun tesis. Bandung: Alfabeta.
Rizqi, M. I., & Nurhalimah, N. (2024). Active play-based learning dalam pendidikan jasmani. Jurnal Inovasi Pembelajaran PJOK, 4(1), 34–45.
Satori, D., & Komariah, A. (2011). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sudijono, A. (2006). Pengantar statistik pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sudjana, N. (1996). Metoda statistik. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta.
Sukintaka. (2001). Pendidikan jasmani dalam konteks pendidikan nasional. Jakarta: Depdiknas.
Suryani, S., Handoko, A., & Widodo, P. (2023). Hubungan kebugaran jasmani dengan kemampuan belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, 10(2), 88–97.
Susworo, A., & Fitriani. (2008). Pendidikan Jasmani untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.