Nilai Kearifan Lokal dalam Legenda Masyarakat Pasie Raja Aceh Selatan

Main Article Content

Bobi Rizki Furqani
Ismawirna
Junaidi

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai kearifan lokal dalam legenda masyarakat Pasie Raja Aceh Selatan seperti Batee Putroe Meutupang, Putri Naga dan Tuan Tapa, Unggeh Bamban, Si Kintan, dan Asal Mula terbuka Negeri Labuhan Haji. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Nilai kearifan lokal yang terkandung dalam legenda Batee Meutupang adalah kedamaian (komitmen) dan kesejahteraan (kerja keras). 2) Nilai kearifan lokal yang terkandung dalam legenda Putri Naga dan Tuan Tapa adalah kedamaian (komitmen, kerukunan dalam penyelesaian konflik). 3) Nilai kearifan lokal yang terkandung dalam legenda Unggeh Bamban adalah kedamaian (kerukunan, penyelesaian konflik, kejujuran, kesopanan, dan kesetiakawanan sosial). 4) kearifan lokal yang terkandung dalam legenda Si Kintan adalah kedamaian (kesetiakawanan sosial) dan kesejahteraan (kerja keras) dan 5) Nilai kearifan lokal yang terkandung dalam legenda Asal Mula Terbuka Negeri Labuhan Haji adalah kedamaian (kesetiakawanan sosial dan kesopanan) dan kesejahteraan (peduli lingkungan).

Article Details

How to Cite
Furqani, B. R., Ismawirna, & Junaidi. (2024). Nilai Kearifan Lokal dalam Legenda Masyarakat Pasie Raja Aceh Selatan. Jurnal Seramoe Education, 1(1), 43–52. https://doi.org/10.32672/jse.v1i1.1152
Section
Articles
Author Biographies

Bobi Rizki Furqani, Program Studi Bahasa Indonesia FKIP Universitas Serambi Mekkah

Program Studi Bahasa Indonesia FKIP Universitas Serambi Mekkah, Aceh, Indonesia

Ismawirna, Program Studi Bahasa Indonesia FKIP Universitas Serambi Mekkah

Program Studi Bahasa Indonesia FKIP Universitas Serambi Mekkah, Aceh, Indonesia

Junaidi, Program Studi Bahasa Indonesia FKIP Universitas Serambi Mekkah

Program Studi Bahasa Indonesia FKIP Universitas Serambi Mekkah, Aceh, Indonesia

References

Danandjaja, J. 2015. Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng, dan Iain-lain. Jakarta: Grafiti.

Kusmayati, A.M. H. dan Suminto A. Sayuti. 2014. “Eksistensi Sastra Lisan Mamaca di Kabupaten Pamekasan, Madura”. Jurnal Litera volume 13 nomor 1.

Mukhtar. 2013. Metode Praktis; Penelitian Deskriptif Kualitatif. Jakarta:

Referensi Press Group.

Nawawi, H. 2002. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Nawawi H. dan Martini. 2023. Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Pratiwi, R. S., Noor Yunida Triana, & Fauziah Hanum. (2023). Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Komik Terhadap Tingkat Pengetahuan tentang Kesehatan Gigi dan Mulut pada Siswa Kelas IV dan V di SD Negeri 1 Dukuhwaluh. LANCAH: Jurnal Inovasi Dan Tren, 1(2), 174–183. https://doi.org/10.35870/ljit.v1i2.2111

Rafiek, M. 2012. Teori Sastra; Kajian Teori dan Praktik. Bandung: Refika Aditama.

Rustono dan Rahayu Pristiwati. 2014. Bentuk dan Jenis Sastra Lisan Banyumasan. Lingua, X (21): 1-9.

Isna, M. 2020. Diskursus Pendidikan Islam. Yogyakarta: Global Pustaka Utama.

Sibarani, R. 2014. Kearifan Lokal, Hakikat, Peran dan Metode Tradisi LIsan: Asosiasi Tradisi Lisan.

Setiadi, E. dkk. 2016. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Edisi Kedua. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.