PERAN PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI ACEH (PDIA) SEBAGAI LEMBAGA PELESTARIAN SUMBER SEJARAH ACEH
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA) sebagai Lembaga Pelestarian Sumber Sejarah Aceh. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Pendekatan penelitian dikategorikan penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang dilakukan di kancah atau medan terjadinya gejala. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif digunakan untuk mengetahui Peran Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh sebagai pelestarian sumber sejarah. Pendekatan yang digunakan dalam penlitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini yaitu Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA) didirikan pada tahun 1975 untuk melestarikan sejarah dan budaya Aceh, terutama melalui penyimpanan dokumen berharga seperti manuskrip kuno, foto, dan artefak sejarah. PDIA berperan penting dalam menjaga identitas budaya Aceh, memfasilitasi penelitian, dan menjadi sumber utama bagi akademisi yang mempelajari sejarah Aceh. Meskipun demikian, PDIA menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan dana, sumber daya manusia, dan fasilitas, serta rendahnya kesadaran publik. Upaya digitalisasi dan penguatan infrastruktur sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan peran PDIA di masa depan.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ahmad, M, (2008). Pelestarian Warisan Budaya di Aceh: Peran Lembaga dan Komunitas. Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, Vol. 12, No. 2, 2018.
Ainal Fajri, (2015). Tradisi Manoe Pucoek Studi Kasus TerhadapMasyarakat Kuala Batee Aceh Barat Daya. (Skripsi, Fakultas Ushuluddin danFilsafat UIN Ar-Raniry Banda Aceh). https://jurnal.ar- raniry.ac.id, diakses 24 Oktober 2023.
Chelshinta, C. (2022). Pertunjukan Musik Dagung Pada Upacara Pernikahan Di Desa Bantan Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).
Daud, Teuku M. "Sejarah dan Peran PDIA dalam Melestarikan Budaya Aceh."Jurnal Sejarah Aceh, 2019.
Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.
Hamzah, Ahmad. "Digitalisasi Koleksi Sejarah di PDIA." Aceh Today, 2021. Ibrahim, Husaini. "PDIA sebagai Pusat Arsip dan Kajian Sejarah Aceh." Aceh Cultural Review, 2020.
Ibrahim, Husaini. "PDIA sebagai Pusat Arsip dan Kajian Sejarah Aceh." Aceh Cultural Review, 2020.
Juriyah, J. (2020). Upaya Pelestarian Tradisi Tari Inai Di Desa Sungai Sialang Hulu Kecamatan Batu Hampar Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).
Kuntowidjoyo, (1995). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.
Mahmud, M, (2017). Digitalisasi Manuskrip Aceh di Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh: Tantangan dan Peluang. Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, 8 (1).
Maleong, Laxy, (2006.) Metodologi Peneliitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Nurdin, S. Peran Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA) dalam Pelestarian Budaya Aceh. Jurnal Ilmu Budaya, 10 (2), 2015.
Rahman, A., & Fitri, N, (2021). Pengembangan Pariwisata Sejarah di Aceh: Studi Kasus Museum Tsunami. Jurnal Pariwisata dan Budaya, Vol. 10, No. 4.
Sari, R., & Hidayat, M, (2020) .Konservasi dan Restorasi Benda Cagar Budaya di Aceh. Jurnal Konservasi dan Cagar Budaya, Vol. 15, No. 1.
Sjamsuddin, Helius, (1996.) Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Sufi, Rusdi, (2009). Sekilas Perjalanan Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh. Banda Aceh: PDIA.
Suryadi, H, (2016). Peran Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh dalam Pengembangan Penelitian Sejarah Lokal. Jurnal Penelitian Sejarah, Vol 12, No 3.
Sutarno Ns, (2003). Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Thamrin & Mulyana, Edy, (2011). Perpustakaan di Aceh Sepanjang Masa. Banda Aceh: Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh.
Trispratiwi, dkk, (2023). Saujana Tugu Sumbu Filosofi Sebagai Kawasan Wisata Pusaka Kota Yogyakarta. Ulil Albab: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 1289-1325.
Yusuf, A, (2022). Advokasi Kebijakan Pelestarian Warisan Budaya di Aceh. Jurnal Kebijakan Publik dan Sejarah, Vol. 17, No. 2.
Zain, M, (2019). Peran Edukatif Lembaga Pelestarian Sejarah dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 23, No. 3.
Zainuddin, M, (2018). Implementasi Program Pelestarian Budaya di Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh. Jurnal Warisan Budaya, 15 (4).
Zubir, Herlina.(2021)."Pentingnya Dokumentasi Manuskrip Aceh Kuno." Aceh Heritage Journal.
Zulkarnain, Iskandar. 2020 "Peran PDIA dalam Menjaga Memori Kolektif Aceh."Aceh Historical Review.