Hubungan Panjang Tungkai Terhadap Kecepatan Lari Jarak Pendek 100 Meter pada Siswa SMAKON Aceh
Main Article Content
Abstract
Sekolah Menengah Keberkatan Olahraga Negeri Aceh (SMAKON) terdapat beberapa kendala antara lain hasil lari yang dicapai siswa kurang maksimal, hal ini disebabkan panjang anggota badan siswa yang bervariasi. Di sisi lain, beberapa siswa masih belum mengoordinasikan gerakan dengan baik. Selain itu, penguasaan siswa terhadap teknik dasar lari cepat 100 meter juga belum sepenuhnya dikuasai sehingga hasil lombanya jauh dari optimal. Hal ini tentunya akan mempengaruhi motivasi siswa dalam olahraga lari dan mempengaruhi hasil kecepatan larinya. Jenis penelitian ini menggunakan analisis korelasional, dengan metode tes.Adapun yang menjadi populasi dan Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMAKON Aceh yang terdaftar dalam cabang olahraha Atletik berjumlah 10 siswa atau sampel Hasil dari penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara panjang tungkai dengan kecepatan lari 100 meter pada siswa Sekolah Menengah Keberkatan Olahraga Negeri , dengan nilai rx.y = 0,687 > r(0.05)(10) = 0,576. Besarnya sumbangan panjang tungkai terhadap kecepatan lari 100 meter sebesar 11,05%. Lari cepat 100 meter adalah gerak maju ke depan yang diusahakan agar dapat mencapai tujuan (finish) secepat mungkin atau dengan waktu yang sesingkat mungkin dengan menempuh jarak 100 meter.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekata Praktek.Jakarta: Rhineka Cipta.
Arikunto, S. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara
Margono, S. (2005). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Muhajir. 2007. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Untuk SMA Kelas X, Jakarta: Erlangga.
Mustakim, M. (2019). Hubungan Panjang Tungkai dan Berat Badan Terhadap Kecepatan Lari Sprint 60 Meter. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar.
Mulyadi, H. (2016). Kontribusi Daya Ledak Otot Tungkai dan Koordinasi Mata-kaki terhadap Lompat Jauh Santriwan Pondok Pesantren Iqra’ Barung-barung Balantai Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Pendidikan Rokania Vol. I (No. 1/2016), 53(9), 1689–1699.
Muhadi. (1992). Hubungan Panjang Tungkai dan Berat Badan Terhadap Kecepatan Lari Sprint 60 Meter. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar.
Pradana Aji, A. (2013). Panjang Tungkai Terhadap Kecepatan Lari Cepat (Sprint) 100 Meter Putra. Universitas Negeri Surabaya Jurusan Pendidikan Kesehatan Dan Rekreasi Prodi S-1 Ilmu Keolahragaan. I-Journal Kesehatan Olahraga, 2.
Putra, A., Aziz, I., Mardela, R., & Lesmana, H. S. (2015). Tinjauan Kecepatan Lari 100 Meter Siswa SMA Andila. Jurnal Patriot, 2(4), 940–950.
Purwanto (2006) Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Untuk SMA Kelas X, Jakarta: Erlangga.
Raffly Henjilito. (2019). Hubungan Daya Ledak Otot Tungkai Dengan Kecepatan Lari Jarak Pendek 100 Meter. JUARA : Jurnal Olahraga, 4(2), 195–200.
Sajoto. (1995). Pengembangan dan Pembinaan Kekuatan kondisi Fisik Dalam Olahraga. Jakarta: Dahara Prize
Singarimbun. (2008). Metode Penelitian Survei, Jakarta: LP3ES.
Suhendro. (2005). Dasar-dasar kepelatihan. Jakarta : Universitas Terbuka
Syarifuddin dan Muhadi. (1992). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta: Depdikbud.
Wardiman, et.al. (1998). Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui SMK. Jakarta: Jayakarta Agung Offset