PENDAMPINGAN TEKNIS PRODUKSI TEMPE UNTUK MENDORONG PERTUMBUHAN UMKM DI DESA PENDARINGAN, BANJAR, CIAMIS

Main Article Content

Sri Mardiyati
Pujiastuti
Edward Alfin
Pandhu Pramarta

Abstract

Tempe merupakan salah satu produk pangan fermentasi kedelai yang memiliki permintaan pasar tinggi dan peluang besar sebagai basis pengembangan UMKM pangan di Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Barat. Meskipun proses produksinya dikenal luas, pelaku usaha skala mikro masih sering menghadapi kendala dalam konsistensi mutu fermentasi, aspek sanitasi produksi, dan penerapan standar operasional yang terdokumentasi. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh Tim Abdimas Universitas Indraprasta PGRI dengan tujuan memberikan pendampingan teknis produksi tempe, membangun pembiasaan proses produksi higienis, serta mendorong kesiapan formalisasi UMKM pangan fermentasi melalui pengurusan NIB dan PIRT. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah participatory empowerment berbasis praktik langsung (learning by doing), meliputi survei kebutuhan, workshop produksi, pendampingan fermentasi 24–48 jam, evaluasi mutu produk tempe, dan penyusunan rencana tindak lanjut usaha. Pendampingan dilaksanakan bersama 2 kelompok pengrajin tempe lokal, masing-masing terdiri dari 5 anggota, dengan total 8 batch produksi uji coba yang dipantau. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 87,5% batch berhasil difermentasi secara optimal. Kelompok G1 mencapai 100% keberhasilan, sementara G2 75%, di mana kegagalan minor pada 1 batch awal kelompok G2 dapat dikoreksi melalui evaluasi proses dan perbaikan desain pencampuran ragi serta aerasi kemasan. Selain luaran produksi, implikasi program terlihat pada peningkatan pemahaman SOP higienitas produksi, efisiensi alur kerja ±15%, dan kesiapan kelompok mitra dalam memulai pengurusan legalitas formal UMKM pangan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendampingan teknis berbasis kelompok yang disertai monitoring fermentasi dan umpan balik korektif mampu meningkatkan keberhasilan proses produksi tempe sekaligus memperkuat kesiapan pertumbuhan UMKM pangan fermentasi yang berkelanjutan di Pendaringan, Ciamis, Jawa Barat.

Article Details

How to Cite
Mardiyati, S., Pujiastuti, Alfin, E., & Pramarta, P. (2025). PENDAMPINGAN TEKNIS PRODUKSI TEMPE UNTUK MENDORONG PERTUMBUHAN UMKM DI DESA PENDARINGAN, BANJAR, CIAMIS. Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar Dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (AMPOEN): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 302–309. https://doi.org/10.32672/ampoen.v3i2.3939
Section
Articles

References

Ahnan-Winarno, A. D. , dkk. (2021). Hygiene, fungal starter distribution and small-scale tempe fermentation sustainability. . Foods, 10(6), 1385.

Arafah, M. , & Sirait, S. (2022). Strengthening local food-based MSMEs through community-driven tempeh production assistance . Journal of Community Empowerment, 6(3), 210–223.

Faizah, S. , Raharjo, B. , & Wijaya, D. (2023). Cost efficiency and fermentation parameter control for tempe-based food MSMEs. . Journal of Food Micro SME, 9(1), 77–89.

Febriani, S. , Lestari, P. , & Ridwan, T. (2024). Pendampingan teknologi tepat guna fermentasi pangan pada UMKM tempe. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 77–89.

Handoyo, T., & Morita, N. (2006). Structural and functional properties of fermented soybean (tempeh) by using Rhizopus oligosporus. International Journal of Food Properties, 9(2), 347–355.

Melati, R., & Nurhalimah, S. (2024). Penerapan sanitasi dan higiene pada proses pembuatan produk tempe di Rumah Tempe Indonesia. Karimah Tauhid, 3(9), 10703–10711.

Nout, M. J. R., & Kiers, J. L. (2005). Tempe fermentation, innovation and functionality: update into the third millenium. Journal of Applied Microbiology, 98(4), 789–805.

Pakpahan, A. K. (2020). Covid-19 and implications for micro, small and medium enterprises. Scientific Journal of International Relations, 20.

Resende, M. T., Osheter, T., Linder, C., & Wiesman, Z. (2021). Proton low Field NMR relaxation time domain sensor for monitoring of oxidation stability of PUFA-rich oils and emulsion products. Foods, 10(6), 1385.

Romulo, A., & Surya, R. (2021). Tempe: A traditional fermented food of Indonesia and its health benefits. International Journal of Gastronomy and Food Science, 26, 100413.

Zulfikar, M. , & Pratiwi, R. (2024). Efektivitas pelatihan berbasis praktik pada produksi tempe skala UMKM. Jurnal Abdimas Nusantara, 5(2), 88–101.