KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA PADA MATERI MATRIKS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR

Main Article Content

Bima Yuriza
Ummu Sholihah

Abstract

Pada proses pembelajaran di SMA yang selama ini terjadi, ketika guru mengajar menggunakan pembelajaran yang mana siswa mengikuti apa yang diajarkan oleh guru tersebut yang berakibat kemampuan penalaran siswa terkait materi cukup rendah. Dikarenakan bahwa basis dari pembelajaran matematika di kelas hanya berupa hafalan saja, belum sampai pada penalaran sebagai pemahamannya. Maka dari itu pembelajaran yang diajarkan oleh guru membuat siswa bosan sehingga berpengaruh pada kemampuan penalaran yang ditinjau dari hasil belajar siswa. Dari hasil belajar siswa SMA yang peneliti ketahui, terdapat hasil belajar siswa yang baik ada juga yang kurang baik. Hal yang dapat mempengaruhi penalaran pada pola dan sifat salah satunya adalah gaya belajar. Gaya belajar merupakan sebuah cara pembelajaran unik yang dimiliki setiap individu dalam proses pembelajaran. Gaya belajar sendiri terbagi menjadi tiga bagian yakni visual, auditori, kinestetik. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa dengan gaya belajar visual pada materi matriks. 2) Mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa dengan gaya belajar auditorial pada materi matriks. 3) Mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa dengan gaya belajar kinestetik pada materi matriks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian merupakan siswa SMA yang berjumlah 6 siswa yang terdiri dari 2 siswa dengan gaya belajar visual, 2 siswa dengan gaya belajar auditorial, 2 siswa dengan gaya belajar kinestetik. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, tes, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan dilakukan melalui ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Siswa dengan gaya belajar visual mampu memenuhi indikator penalaran matematis sense-making, conjecturing, convincing, reflecting, dan generalising. 2) Siswa dengan gaya belajar auditorial memenuhi indikator penalaran matematis sense-making, convincing, reflecting, dan generalising, belum memenuhi indikator conjecturing. 3) Siswa dengan gaya belajar kinestetik mampu memenuhi indikator penalaran matematis sense-making, convincing, reflecting, dan generalising, belum memenuhi indikator conjecturing.

Article Details

Section
Articles