PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TGT MENGGUNAKAN MEDIA WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMKS CENDEKIA
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi dampak dari penerapan model TGT, yang diharapkan mampu memberikan udara yang positif dengan membawa perubahan dalam kegiatan belajar mengajar yang berkesan dan penuh energi positif. Metodologi penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitiatif dan kuantitatif. Prosedur penelitian tindakan kelas yang diaplikasikan mengacu pada metodologi action research, yaitu (1) perencanaan, (2) implementasi tindakan, (3) pengamatan dan evaluasi, (4) refleksi, yang dilaksanakan dalam 2 siklus oleh seluruh peserta didik dalam satu kelas. Pengambilan data ini di dapat dari mulai tanya jawab, sikap, ketika pembelajaran berlangsung, kemudian tugas kelompok, keaktifan dalam memahami materi, presentasi maupun Latihan soal secara mandiri. Hasil dari siklus pertama menunjukkan bahwa hanya 13 siswa yang mencapai atau melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai di atas 80, meninggalkan 15 siswa belum mencapai KKM, dimana nilai minimal adalah 75. Namun, pada pembelajaran siklus kedua mencatat peningkatan signifikan dengan keseluruhan siswa mencapai atau melebihi KKM, serta peningkatan rata-rata kelas dari 70,97 menjadi 81,96, bahkan ada satu peserta didik perempuan mendapat nilai 92. Peningkatan ini menandakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT berkontribusi positif terhadap peningkatan hasil belajar dan keaktifan belajar peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Oleh karena itu Penelitian Tindakan Kelas ini mengeksplorasi efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar di siang hari pada jam terakhir pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas XI di SMKS Cendekia. Dengan kurangnya minat, keaktifan belajar dan hasil belajar yang rendah, akibat kurangnya variatif dalam metode pengajaran, serta situasi kelas yang kurang mendukung, maka penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi dampak dari penerapan model TGT, yang diharapkan mampu memberikan udara yang positif dengan membawa perubahan dalam kegiatan belajar mengajar yang berkesan dan penuh energi positif.
Metodologi penelitian ini melibatkan seluruh peserta didik dalam satu kelas dan dijalankan melalui dua siklus, dengan masing-masing siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi dalam dua pertemuan. Pengukuran keaktifan belajar dilakukan melalui lembar observasi, sementara hasil belajar diukur menggunakan tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan soal uraian. Hasil dari siklus pertama menunjukkan bahwa hanya 13 siswa yang mencapai atau melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai di atas 80, meninggalkan 15 siswa belum mencapai KKM, dimana nilai minimal adalah 75. Namun, pada pembelajaran siklus kedua mencatat peningkatan signifikan dengan keseluruhan siswa mencapai atau melebihi KKM, serta peningkatan rata-rata kelas dari 70,97 menjadi 81,96, bahkan ada satu peserta didik perempuan mendapat nilai 92. Peningkatan ini menandakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT berkontribusi positif terhadap peningkatan hasil belajar dan keaktifan belajar peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.