Etnobotani Tumbuhan Pangan di Desa Serafon Kecamatan Alafan Kabupaten Simeulue

Main Article Content

Ema Sarwita
Rubiah Rubiah
Ernilasari Ernilasari

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya keterikatan masyarakat Desa Serafon dengan lingkungan alam sekitarnya, khususnya dalam memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan lokal sebagai sumber pangan utama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali pengetahuan masyarakat mengenai jenis tumbuhan pangan yang dimanfaatkan, bagian organ tumbuhan yang digunakan, cara pemanfaatan, serta cara masyarakat memperoleh tumbuhan pangan di Desa Serafon, Kecamatan Alafan, Kabupaten Simeulue. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 31 responden yang terdiri dari petani, pekebun, tokoh masyarakat, dan warga yang telah lama tinggal di Desa Serafon. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Serafon memanfaatkan 31 jenis tumbuhan pangan yang tergolong dalam 16 famili. Famili yang paling banyak dimanfaatkan adalah Poaceae (padi, jagung, rebung bambu, dan serai). Organ tumbuhan yang digunakan meliputi buah, umbi, daun, rimpang, batang, tunas, biji, hingga pati. Cara pemanfaatannya dilakukan melalui pengolahan sederhanaseperti direbus, dikukus, ditumis, digoreng, dan diolah lebih lanjut menjadi santan, tepung singkong, dan tepung sagu. Sumber tumbuhan pangan diperoleh dari hasil budidaya di ladang, kebun, dan pekarangan rumah, serta dari tumbuhan liar di hutan, rawa, dan pesisir. Penelitian ini menggambarkan bahwa pengetahuan etnobotani masyarakat Desa Serafon masih sangat kuat dan berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan lokal serta pelestarian kearifan tradisional di wilayah kepulauan Simeulue.


Kata Kunci:  Etnobotani, Tumbuhan Pangan, Desa Serafon, Simeulue.

Article Details

How to Cite
Sarwita, E. ., Rubiah, R., & Ernilasari, E. (2026). Etnobotani Tumbuhan Pangan di Desa Serafon Kecamatan Alafan Kabupaten Simeulue. Jurnal Pembelajaran Dan Sains (JPS), 5(1), 1–18. https://doi.org/10.32672/jps.v5i1.4276
Section
Articles

References

Handayani, R., & Lestari, S. (2022). Dampak Pencemaran Perairan terhadap Keberlanjutan Tanaman Pangan Lokal. Jurnal Ekologi Nusantara, 14(2), 115–128.

Handoko, P., Setiawan, S., & Yusuf, N. (2025). Kacang-kacangan dan biji-bijian sebagai sumber protein nabati masyarakat pedesaan. Jurnal Pangan dan Pertanian, 15(1), 25–34.

Hasibuan, N., Yuliani, T., & Lestari, E. (2024). Pendekatan kognitif dan ekologi dalam studi etnobotani. Jurnal Pendidikan Biologi, 19(2), 120–132.

Hidayah, L., Mulyani, R., & Raharjo, A. (2024). Perubahan sosial ekonomi masyarakat desa terhadap sistem budidaya lokal. Jurnal Sosio-Ekologi Nusantara, 10(1), 14–24.

Lestari, D., & Supriyanto, H. (2022). Sistem agroforestri sederhana dan ketahanan pangan masyarakat pedesaan. Jurnal Agroekologi Tropika, 14(2), 112–121.

Lestari, N., Handayani, D., & Setiawan, F. (2024). Keanekaragaman tumbuhan lokal dan ketahanan pangan masyarakat pedesaan. Jurnal Ekologi Sosial Indonesia, 7(2), 66–78.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Mulyani, R., & Raharjo, A. (2023). Pemanfaatan batang dan tunas tanaman pangan di pedesaan Indonesia. Jurnal Pertanian dan Kehidupan, 13(3), 56–65.

Novitasari, D., & Dewi, A. (2023). Pemanfaatan tumbuhan liar oleh masyarakat pedalaman Indonesia. Jurnal Konservasi Alam Tropis, 4(2), 99–107.

Nuraini, E., Prasetyo, A., & Sari, R. (2022). Nilai gizi daun-daunan lokal dan pemanfaatannya dalam kuliner tradisional. Jurnal Nutrisi Nusantara, 8(1), 33–42.

Prasetyo, A., Handoko, D., & Rahmadani, S. (2023). Nilai gizi dan metode pengolahan tradisional tanaman pangan lokal. Jurnal Teknologi Pangan Nusantara, 5(1), 72–83.

Rahmadani, F., & Susilawati, M. (2023). Peran Pengetahuan Lokal dalam Pelestarian Tumbuhan Berbasis Budaya. Jurnal Sosial-Ekologi, 7(3), 201–219.

Rahmah, F., & Subekti, T. (2024). Peran lahan pekarangan dalam mendukung ketahanan pangan desa di Aceh. Jurnal Pertanian dan Lingkungan, 7(2), 40–49.

Santoso, R., & Nuraini, E. (2025). Keseimbangan antara eksploitasi dan konservasi dalam sistem pangan lokal masyarakat desa. Jurnal Konservasi dan Keberlanjutan, 6(1), 28–39.

Sari, D., & Nurdin, A. (2022). Keragaman tumbuhan pangan dan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Jurnal Biologi Nusantara, 14(2), 99–108.

Sari, D., Lestari, H., & Rahmawati, N. (2024). Sistem pangan lokal dan keberlanjutan budaya kuliner tradisional. Jurnal Ketahanan Pangan Indonesia, 15(2), 80–91.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suryani, N., Prabowo, D., & Yulita, F. (2023). Kearifan lokal masyarakat dalam pemanfaatan tumbuhan pangan tradisional. Jurnal Antropologi Nusantara, 13(1), 50–61.

Wulandari, E., Mahendra, F., & Subekti, L. (2023). Pengelolaan Bibit dan Budidaya Tanaman Pangan Berbasis Pengetahuan Lokal. Jurnal Agrikultura Tropika, 11(4), 245–259.

Wulandari, S., & Setiawan, F. (2024). Pemanfaatan umbi-umbian lokal sebagai sumber pangan alternatif di pedesaan Indonesia. Jurnal Pangan dan Kehidupan, 8(1), 41–51.