PEMANFAATAN DAN PELESTARIAN APOTEK HIDUP SEBAGAI UPAYA MENGOPTIMALKAN KESEHATAN KELUARGA PADA MASYARAKAT GAMPONG LAMBADA KECAMATAN SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini didasari dari permasalahan mengenai masyarakat di Gampong Lambada Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar masih belum sepenuhnya merawat dan menggunakan tanaman obat sebagai obat tradisional dan bahkan sebagian masyarakat juga masih ada yang belum mengenal tanaman obat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan apotek hidup dan upaya pelestarian apotek hidup dalam mengoptimalkan kesehatan keluarga pada masyarakat Gampong Lambada Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sampel penelitian sebanyak 8 orang yang diambil secara acak yang terdiri dari 2 orang dari dusun Keumuneng, 2 orang dari dusun Marhaban, 2 orang dari dusun Taqwa dan 2 orang dari dusun Bak Lawang. Dalam mengumpulkan data-data yang ada di lapangan peneliti mengunakan instrument berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengolahan data menggunkan teknik analisis Miles dan Huberman meliputi Data Collection (Pengumpulan Data), Data Reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data) dan Conclusion Drawing/Verification. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman masyarakat terhadap obat tradisional apotil hidup dalam kategorikan “baik” hal ini terbukti dari 10 soal angket yang diberikan kepada 26 orang responden diperoleh nilai persentase sebesar 78,37%. Masyarakat sangat memanfaatkan apotek hidup dalam mengoptimalkan kesehatan keluarganya, dimana disekitaran rumah masyarakat banyak terdapat jenis-jenis tanaman yang digunakan sebai obat tradisional, dengan kata lainnya masyarakat masih sangat memahami tentang penggunaan obat tradisional dari jenis tumbuhan. Dalam melestarikan tanaman apotik hidup masyarakat sangat berperan aktif dimana masyarakat menanam, serta merawat dengan baik tanaman-naman obat. Melakukan gotong royong bersama dalam membersihkan tanaman-naman liar yang menjadi pengganggu tanaman obat apotik hidup. Jenis tumbuhan obat yang sering digunakan oleh masyarakat lokal gampong Lambada ada sebanyak 10 jenis tumbuhan obat yang terbagi ke dalam 7 famili yaitu (1) famili Asphodelaceae; (2) famili Piperaceae; (3) famili Poaceae; (4) famili Zingiberaceae; (5) famili Euphorbiaceae; (6) famili Asteraceae; (7) famili Annonaceae.
Kata Kunci : Pemanfaatan, Pelestarian, Apotek Hidup, Kesehatan Keluarga.