PENGUATAN EKONOMI DAN BUDAYA MELALUI PERAN FESTIVAL SENI DALAM MENINGKATKAN KESADARAN SOSIAL DAN BUDAYA DI KABUPATEN ACEH SINGKIL
Main Article Content
Abstract
Isi Penelitian ini meneliti bagaimana festival seni berperan dalam memperkuat perekonomian, melestarikan warisan budaya, serta meningkatkan kesadaran sosial di Kabupaten Aceh Singkil. Dengan pendekatan partisipatif, penelitian ini menemukan bahwa festival seni memberikan dampak yang signifikan pada tiga aspek utama: penguatan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan peningkatan kesadaran sosial. Festival seni terbukti berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dengan mendorong peningkatan aktivitas pariwisata dan perdagangan lokal, yang pada gilirannya membuka peluang pendapatan bagi para pelaku usaha, termasuk penjual makanan tradisional dan pengrajin. Selain itu, festival ini memiliki peran krusial dalam menjaga dan mempromosikan warisan budaya lokal melalui berbagai pertunjukan seni tradisional, seperti tarian dan musik, yang juga melibatkan partisipasi generasi muda. Festival seni ini juga berperan dalam meningkatkan kesadaran sosial dan memperkuat solidaritas di kalangan masyarakat, membangun rasa kebersamaan, dan memperkuat identitas budaya. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa festival seni adalah sarana yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Aceh Singkil.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Alkalah, Cynthia. 2016. “済無No Title No Title No Title.” 19(5): 1–23.
Arohmi, Yolanda Saftriliani Fadilah. 2019. “Peran Modal Intelektual Sumber Daya Manusia Dalam Pengelolaan Festival Yang Berkelanjutan (Studi Kasus Festival Ngayogjazz).” Jurnal Tata Kelola Seni 5(1): 19–28.
Ayuni, Astari, and Agusti Efi. 2020. “Manajemen Festival Seni Pertunjukan Pekan Nan Tumpah Di Provinsi Sumatera Barat.” Gorga : Jurnal Seni Rupa 9(1): 100.
Citrawati, L P. 2018. “Peran Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Legian Beach Festival Terhadap Aspek Sosial Dan Ekonomi Di Desa Legian, Kuta Bali.” Jurnal Kepariwisataan 17. https://ejournal.ppb.ac.id/index.php/jpar/article/view/31%0Ahttps://ejournal.ppb.ac.id/index.php/jpar/article/download/31/296.
Endarini dan Malarsih. 2017. “Pelestarian Kesenian Babalu Di Sanggar Putra Budaya Desa Proyonanggan Kabupaten Batang.” Jurnal Seni Tari 6(2): 13.
Herawati, Enis Niken. 2015. “Nilai-Nilai Karakter Yang Terkandung Dalam Dolanan Anak Pada Festival Dolanan Anak Se-Diy 2013.” Imaji 13(1): 13–27.
Hudayana, Bambang. 2021. “Pengembangan Seni-Budaya Sebagai Penguatan Identitas Komunitas Kejawen Dan Santri Di Desa Pada Era Reformasi.” Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial 5(1): 1–17.
Idawati, Idawati. 2019. “Pengaruh Acara Festival Seni Terhadap Citra Sekolah Di Sma Negeri 06 Pekanbaru.” Jurnal Riset Komunikasi 2(1): 63–73.
Janan, Sarah Nafisatul, Yat Rospia Brata, and Agus Budiman. 2022. “Dampak Perkembangan Kesenian ‘Mabokuy’ Terhadap Perekonomian Masyarakat Desa Purwaraja Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis Tahun 2015-2020.” J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) 3(1): 131.
KANTOR, INGRIDA TRIFIANI. 2017. “Pelestarian Tarian Caci Sebagai Tarian Khas Manggarai Desa Lante Kecamatan Reok Barat.” Prodi Pendidikan Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta: 1–15.
Kurnianto, Aziz Mei, Deditiani Tri Indrianti, and Lutfi Ariefianto. 2020. “Peran Sanggar Seni Pemuda Edi Peni Dalam Pelestarian Budaya Lokal Di Desa Hadiluwih Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan.” Learning Community : Jurnal Pendidikan Luar Sekolah 3(2): 59.
Latumahina, Bill Samuel et al. 2021. “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program KKN Society 5.0 Di Desa Planjan Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul.” Jurnal Atma Inovasia 1(2): 138–46.
Prabhawati, Adhiningasih. 2018. “Upaya Indonesia Dalam Meningkatkan Kualitas Pariwisata Budaya Melalui Diplomasi Kebudayaan.” Journal of Tourism and Creativity 2(2): 158–77.
Prodi, Mahasiswa, and Pendidikan Agama. 2019. “Kementrian Agama Republik Indonesia Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh 1440 H / 2019 M.”
Rahayu, Nyoman Sri, and Kadek Risna Puspita Giri. 2022. “Kajian Perencanaan Stan Dan Panggung Pada Kegiatan Pemogan Festival Dalam Upaya Pemberdayaan Umkm.” SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 6(3): 1309.
Rahjasa, Putu Surya Laksana, Made Darmiati, Ni Putu Evi Wijayanti, and Putu Ayu Aryasih. 2022. “Pelatihan Perencanaan & Penyelenggaraan Festival Budaya Bagi Masyarakat Di Desa Wisata Sayan, Bali.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi 2(2): 73–80.
Ramadhani, Eky Handaningrum. 2017. “Upaya Sanggar Kartika Budaya Dalam Pengembangan Seni Di Kabupaten Jember.” Jurnal Pendidikan Sendratasik 6(1): 1–15.https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-sendratasik/article/view/24307/22233.
Utami, Fawarti Gendra Nata. 2018. “Tata Kelola Seni Pertunjukan.” ISI Press: 67. http://repository.isi-ska.ac.id/id/eprint/3231.
(Alkalah 2016; Arohmi 2019; Ayuni and Efi 2020; Citrawati 2018; Endarini dan Malarsih 2017; Herawati 2015; Hudayana 2021; Idawati 2019; Janan, Brata, and Budiman 2022; KANTOR 2017; Kurnianto, Indrianti, and Ariefianto 2020; Latumahina et al. 2021; Mendoza et al. 2020; Prabhawati 2018; Prodi and Agama 2019; Rahayu and Giri 2022; Rahjasa et al. 2022; Ramadhani 2017; Utami 2018