UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT YANG MEMANFAATKAN POTENSI LOKAL MELALUI PENGOLAHAN SAGU DI DESA TANJUNG BETIK, KABUPATEN ACEH SINGKIL
Main Article Content
Abstract
Potensi lokal mencakup kekayaan alam, budaya, dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh suatu wilayah. Sumber daya alam memainkan peran penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam bidang perekonomian. Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, pemerintah Kecamatan Gunung Meriah mendorong warga Desa Tanjung Betik untuk memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia sebagai sarana untuk menambah pendapatan, mengingat kondisi perekonomian di wilayah tersebut yang masih tergolong rendah. Tanjung Betik adalah salah satu desa di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Indonesia. Sagu menjadi salah satu sumber daya alam utama di Desa Tanjung Betik, tumbuh dengan baik dan melimpah di Indonesia, khususnya di wilayah tersebut. Untuk mengatasi tantangan ekonomi ini, diperlukan inovasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Salah satu inisiatif yang diambil adalah mengolah sagu menjadi produk makanan dan pupuk organik. Program pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui pelatihan dan praktik pengolahan. Hasilnya, warga, terutama ibu-ibu dan bapak-bapak, telah mampu mengolah sagu menjadi berbagai produk. Meskipun masih banyak yang belum sepenuhnya memahami inovasi produk tersebut, pelatihan ini perlu terus dilaksanakan agar pengetahuan dan inisiatif warga dalam menciptakan inovasi yang menguntungkan dapat semakin berkembang, khususnya bagi masyarakat Desa Tanjung Betik.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Alip Suroto, D. P. (2023). ANALISIS BIBLIOMETRIK PEMANFAATAN SAGU DALAM PENGOLAHAN MAKANAN. Jurnal Inovasi Penelitian, Vol. 3(8), 7455-7466.
Asriany, A. &. (2018). Diversifikasi Olahan Sagu (Metroxylon sagu) dalam rangka Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Pra Sejahtera. Prosiding, 4(1).
Ernawati, E. L. (2018). Peranan Makanan Tradisional Berbahan Sagu Sebagai Alternatif Dalam Pemenuhan Gizi Masyarakat. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 14(1), 31-40.
Kiki Endah. (2020). PEMBERDAYAAN MASYARAKAT : MENGGALI POTENSI LOKAL DESA. Jurnal MODERAT, Vol. 6(1), 135-143.
Lada, Y. G. (2024). Pendampingan Masyarakat dalam Pemanfaatan Ampas Sagu menjadi Pupuk Organik Bokashi di Kampung Mosso Kota Jayapura. Jurnal Pengabdian Nusantara, 8 (1), 199-206.
M Paramita, S. M. (2018). PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN SUMBER DAYA LOKAL. Jurnal Peningkatan Ekonomi Masyarakat, Vol. 4(1), 19-30.
Mira Herawati Soekamto, P. P. (2022). Pengolahan Tepung Sagu Basah Menjadi Aneka Olahan Makanan Oleh Suku Moi Di Kampung Jeflio. 5-10.
Narti Pakaya, R. M. (2014). Karakteristik Produk Kue Tradisional Ongol – ongol yang Disubstitusi dengan Rumput Laut. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, Vol. 2(3), hal. 120 - 125.
Pingkan Aditiawati, D. I. (2016). PENGEMBANGAN POTENSI LOKAL DI DESA PANAWANGAN SEBAGAI MODEL DESA VOKASI DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL. Jurnal Sosioteknologi, Vol. 15(1), 59-67.
Soekamto, M. H. (2022). Pengolahan Tepung Sagu Basah Menjadi Aneka Olahan Makanan Oleh Suku Moi Di Kampung Jeflio. 5-10.
Tulalessy, Q. D. (2018). Sagu sebagai Makanan Rakyat dan Sumber Informasi Budaya Masyarakat Inanwatan: Kajian Folklor Non Lisan. Melanesia: Jurnal Ilmiah Kajian, Vol. 1(1), 85-92.
Warisan Budaya. (2017). Cireng Bandung. Diakses pada 10 Agustus 2024, dari https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailCatat=7245