EDUKASI ANTI BULLYING DI KALANGAN GURU DAN SISWA SD ISLAM DARUL ULUM DRIYOREJO, GRESIK

Main Article Content

Agus Wahyudi
Dewi Widiana Rahayu

Abstract

Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa terkait dengan perilaku perundungan atau bullying. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan dalam bentuk sosialisasi informasi bagi siswa di sekolah. Melalui kegiatan ini diharapkan guru dan siswa dapat menyampaikan informasi terkait dengan cara meminimalisir perundungan yang terjadi di sekolah terhadap para siswa. Adapun peserta di dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berjumlah 150 orang siswa yang terdiri dari berbagai kelas dan jurusan yang ada di SD Islam Darul Ulum Driyorejo Gresik. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan partisipasi aktif dari siswa, di mana sebanyak 10 orang siswa mengajukan pertanyaan terkait dengan materi perundungan dan 3 orang guru mengajukan pertanyaan tentang bagaimana peran para guru atau sekolah di dalam membantu siswa untuk mengurangi perundungan yang terjadi di sekolah. Dari pertanyaan yang diajukan tersebut terjadi interaksi aktif antara narasumber dengan peserta yang diselingi dengan permainan dan games untuk menghangatkan suasana.

Article Details

How to Cite
Wahyudi, A., & Rahayu, D. W. (2024). EDUKASI ANTI BULLYING DI KALANGAN GURU DAN SISWA SD ISLAM DARUL ULUM DRIYOREJO, GRESIK. Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar Dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (AMPOEN): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1b), 504–509. https://doi.org/10.32672/ampoen.v2i1b.2084
Section
Articles
Author Biographies

Agus Wahyudi, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Program Studi Pendidikan Guru SD, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Dewi Widiana Rahayu, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Program Studi Pendidikan Guru SD, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

References

Coloroso, B. (2007). Stop bullying: Memutus rantai kekerasan anak dari prasekolah hingga SMU. Serambi.

Gunawan, I. M. (2021). Korelasi antara empati dengan perilaku cyberbullying pada siswa di SMA Negeri 3 Mataram. Realita: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 6(1), 1154–1163. https://doi.org/10.33394/realita.v6i1.3859

Hoffman, M. (2000). Empathy and Moral Development-Implications for Caring and Justice.Cambridge University Press.

Jimerson,S.E., Sweares, S.M., & Espelage, D.L. (2009). Handbook of bullying in school: An international perspective. Routledge.

Nurita, D. (2018). Hari anak nasional, KPAI catat kasus bullying paling banyak. https://nasional.tempo.co/amp/1109584/hari-anak-nasional-kpai-catat-kasus-bullying- paling-banyak.

Rahmawati, S. (2016). Peran Iklim Sekolah terhadap Perundungan. Jurnal Psikologi, 43(2), 167–180. https://doi.org/10.22146/jpsi.12480

Ttofi, M.M., Farrington, D.P., Lo¨sel, F., & Loeber, R. (2011). Do the victims of school bullies tend to become depressed later in life? A systematic review and meta-analysis of longitudinal studies. Journal of Aggression, Conflict and Peace Research, 3(2), 63–73. https://doi.org/10.1108/17596591111132873

Yuwanita, E. (2016). Keefektifan Penggunaan Media Video Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Dasar Teknologi Menjahit di SMK Negeri 3 Pacitan. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang. http://lib.unnes.ac.id/28353/1/5401411100.pdf