Refleksi Kristologis dalam Konteks Eropa
Main Article Content
Abstract
Artikel ini membahas refleksi Kristologis dalam konteks Eropa yang merupakan salah satu perkembangan penting dalam sejarah teologi Kristen. Eropa menjadi pusat perumusan doktrin Kristologi sejak gereja mula-mula melalui konsili-konsili ekumenis seperti Nicea (325 M) dan Kalsedon (451 M), masa skolastik, Reformasi, hingga zaman modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi Kristologis di Eropa memiliki ciri khas: bersifat filosofis, dogmatis dan sistematis, kritis dan historis, kontekstual dan dinamis, serta mampu berdialog dengan modernitas. Relevansi refleksi Kristologis Eropa bagi kehidupan masa kini meliputi membangun iman yang rasional dan dewasa, meneguhkan akses langsung kepada Kristus, membuka dialog antara iman dan ilmu pengetahuan, memberikan perspektif tentang penderitaan dan pengharapan, serta menjadi dasar bagi teologi kontekstual di Indonesia. Artikel ini memberikan kontribusi bagi pengembangan studi teologi khususnya Kristologi, serta dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dan pembaca dalam memahami perkembangan pemikiran Kristologis secara sistematis.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Barth, K. (2009). Dogmatika gereja: Sketsa. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Berkhof, L. (2019). Teologi sistematika: Doktrin Kristus. Surabaya: Momentum.
Erickson, M. J. (2014). Teologi Kristen (Vol. 1). (N. Hananiel & B. Gaspersz, Eds.). Malang: Gandum Mas.
Erickson, M. J. (2019). Teologi Kristen. Malang: Literatur SAAT.
Gavina, A., Dhika, D. R. Z., & Yoktan. (2025). Perkembangan refleksi Kristologis pada zaman modern. Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial, 8(2), 1-15.
Grenz, S. J., & Olson, R. E. (2010). *Teologi abad ke-20: Tuhan dan dunia dalam masa transisi*. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Küng, H. (2019). Menjadi Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Moltmann, J. (2018). Allah yang tersalib. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Pannenberg, W. (2017). Yesus: Allah dan manusia. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Tambunan, E., & Marpaung, L. S. (2023). Sejarah kontestasi Kristologi: Relasi kuasa otoritas dengan kepemilikan Bapa-Bapa Gereja. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, 6(1), 63-87.
Yewangoe, A. A. (2015). Kontekstualisasi pemikiran dogmatika di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia.