Perkembangan Kerajaan Allah di Kalimantan Tengah

Main Article Content

Nia Anggiliani Putri
Rahelia
Ririn Lolita
Sarmauli Sarmauli

Abstract

Kerajaan Allah merupakan tema sentral dalam teologi Perjanjian Baru yang merujuk pada kekuasaan Allah yang mutlak diwujudkan melalui pelayanan dan karya Yesus Kristus. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan Kerajaan Allah di Kalimantan Tengah, termasuk peran gereja dalam masyarakat serta penerapannya dalam kehidupan masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kerajaan Allah memiliki sifat spiritual dan dinamis dengan ciri “sudah hadir tetapi belum sempurna” (sudah tetapi belum). Di Kalimantan Tengah, perkembangan Kerajaan Allah berlangsung melalui proses panjang yang melibatkan misionaris, gereja, dan masyarakat setempat. Gereja berperan dalam pelayanan rohani sekaligus bidang sosial seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, kontekstualisasi budaya, dan moderasi beragama. Pertumbuhan gereja, khususnya Gereja Kalimantan Evangelis (GKE), menunjukkan peningkatan yang signifikan. Interaksi antara Injil dan budaya lokal mencerminkan proses saling terbentuk. Penerapan Kerajaan Allah dalam kehidupan masa kini diwujudkan melalui hidup penuh kasih, membantu sesama, pelayanan, dan menjadi Saksi Kristus. Penelitian ini berkontribusi bagi pengembangan ilmu teologi serta memberikan refleksi praktis bagi orang percaya dalam menghayati nilai-nilai Kerajaan Allah di tengah masyarakat yang plural.

Article Details

How to Cite
Putri, N. A., Rahelia, Ririn Lolita, & Sarmauli, S. (2026). Perkembangan Kerajaan Allah di Kalimantan Tengah. Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research, 3(2), 1687–1697. https://doi.org/10.32672/mister.v3i2.4295
Section
Articles

References

Baker, D. L. (1993). Satu alkitab dua perjanjian. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Bolkestein, M. H. (1991). Kerajaan yang terselumbung. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Drane, J. (2006). Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Eva, I. (2017). Gereja misioner di tengah masyarakat Kalimantan Tengah Indonesia yang plural. Jurnal Ilmiah Religion Entity Humanity, 3(2).

Guthrie, D. (1992). Teologi Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Hunter, A. M. (1992). Memperkenalkan teologi Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Junika, C., Revalina, Natalia, D., & Sarmauli. (2025). Perkembangan Kerajaan Allah di Kalimantan Tengah. Palangka Raya: Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya.

Ladd, G. E. (1999). Teologi Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Lumbantoruan, T. P., dkk. (2015). Memahami istilah Kerajaan Allah dalam ajaran Yesus menurut Injil Markus. Jurnal Damai, 2(1), 45-63.

Milne, B. (2009). Mengenal kebenaran: Panduan iman Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Morris, L. (1996). Teologi Perjanjian Baru. Malang: Gandum Mas.

Simangunsong, P., & Marbun, R. C. (2025). Kerajaan Allah: Antara realitas kini dan kepenuhan eskatologis. Jurnal Teologi Anugerah, 14(1), 53-68.

Telhalia. (2019). Pelaksanaan adat perkawinan Dayak Ngaju dalam perspektif iman Kristen. Studi Philosophice et Theologica, 16(2).

"Bahasa Indonesia dalam sejarah penyebaran Injil di Kalimantan." Badan Bahasa. https://share.google/FRgtNRa7EWLMiaswo

"Sejarah GKE." Website Pemerintah Kabupaten Gunung Mas. https://share.google/qZ5cDlf9lSuVY5RXu