Penerimaan Diri Anggota Kepolisian dalam Menghadapi Stres Kerja dan Tuntutan Organisasi
Main Article Content
Abstract
Pekerjaan sebagai anggota kepolisian memiliki tingkat tuntutan dan tekanan yang tinggi, baik secara fisik, psikologis, maupun organisatoris. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan stres kerja yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis serta kinerja anggota. Salah satu faktor internal yang berperan penting dalam membantu individu menghadapi tekanan kerja adalah penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerimaan diri anggota kepolisian dalam menghadapi stres kerja dan tuntutan organisasi, serta mengkaji keterkaitannya dengan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan kepolisian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur terhadap salah satu pimpinan di Polsek Bekasi Utara. Selain itu, penelitian ini juga didukung oleh studi literatur yang relevan. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada aspek penerimaan diri menurut Powell, yang meliputi penerimaan fisik, penerimaan emosi, penerimaan kepribadian, dan penerimaan keterbatasan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota kepolisian memiliki tingkat penerimaan diri yang cukup baik, tercermin dari sikap realistis terhadap kondisi fisik, kemampuan mengendalikan emosi dalam situasi kerja yang menekan, kesadaran akan kelebihan dan kekurangan diri, serta kemampuan menerima keterbatasan baik secara personal maupun struktural. Penerimaan diri berperan sebagai faktor protektif yang membantu anggota kepolisian menjaga profesionalisme, stabilitas emosi, dan motivasi kerja. Temuan ini mengindikasikan pentingnya integrasi aspek penerimaan diri dalam pengelolaan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) kepolisian melalui pendekatan yang lebih humanis dan berorientasi pada kesejahteraan psikologis personel.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Cirebon, U. M., Catur, U., Cendekia, I., & Cirebon, U. (2023). MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASI The Importance of Human Resource Management ( HRM ) In Improving Organizational Performance Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia ( MSDM ) Dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi. 03(03), 810–817. https://doi.org/10.59141/comserva.v3i03.882
Fatonah, & Husna, A. N. (2020). Skala Penerimaan Diri : Konstruk Dan Analisis Psikometri. 200–208.
Merdiaty, N., Omar, K., Saputra, J., Bon, A. T., & Paul, T. K. (2021). A Review of Resilience and Well-being in Human Resource Management Perspective Literature. 4135–4149.
Panjaitan, P. V., Akmal, M. El, & Rayan, M. Z. (2024). Gambaran Penerimaan Diri Karyawan Yang Gagal Wawancara Tahap Akhir Di Perusahaan BUMN Overview Of Self-Acceptance of Employees Who Failed the Final Stage Interview in State-Owned Companies. 5(1), 36–49.
Qodarianah, F. (2023). PENERAPAN METODE WAWANCARA NARASUMBER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS TANGGAPAN. 3(2), 77–83.
Ridha, M., Psikologi, F., Dahlan, U. A., Kapas, J., & Yogyakarta, S. (n.d.). HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA MAHASISWA ACEH DI YOGYAKARTA.
Syuhada, W., Nugraha, A. T., Sugianto, H., & Hardikusuma, A. (2023). Strategi Peningkatan Kualitas Pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi. 08(01), 73–82.
Vandiya, V., Etikariena, A., & Kunci, K. (2018). Stres Kerja dan Keterikatan Kerja pada Karyawan Swasta : Peran Mediasi Kesejahteraan di Tempat Kerja Job Stress and Work Engagement to Private Employees : Mediation Role of Workplace Well-Being. 6(1), 19–32.
Wulandari, P. D., & Made, L. D. (2020). PENGARUH PENERIMAAN DIRI PADA KONDISI PENSIUN DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KABUPATEN BADUNG. 87–99.
Yanis, A. (2019). KONSEP DAN PERAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA. 14(2).