Analisis Perbandingan Sistem Pemilihan Anggota Legislatif di Indonesia dan Jerman

Main Article Content

Indri Laurensia Br. Bangun
Nanda Saputra
Muhammad Handri Difa
Muhammad Rafly
Zikra Amri Pratama
Hebron Togatorop

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan sistem pemilihan legislatif di Indonesia dan Jerman dengan metode deskriptif analisis dan menggunakan teori representasi. Indonesia menggunakan sistem proporsional terbuka, sedangkan Jerman menerapkan Mixed-Member Proportional (MMP). Kedua sistem ini memiliki orientasi berbeda dalam menyeimbangkan aspek representasi, stabilitas pemerintahan, penyederhanaan partai politik dan keterwakilan kelompok minoritas. Studi komparatif menunjukkan bahwa sistem Indonesia unggul dalam hal keterwakilan individu dan kompetisi internal kandidat, tetapi kurang efektif dalam penyederhanaan partai dan menghasilkan parlemen yang stabil. Sebaliknya, sistem MMP Jerman mampu menjaga derajat proporsionalitas sambil mencegah fragmentasi ekstrem, sehingga lebih efektif dalam menghasilkan koalisi yang stabil dan tata kelola legislatif yang efisien. Artikel ini menyimpulkan bahwa Indonesia berpotensi mengadaptasi elemen MMP atau meningkatkan threshold parlemen untuk

Article Details

How to Cite
Indri Laurensia Br. Bangun, Nanda Saputra, Muhammad Handri Difa, Muhammad Rafly, Zikra Amri Pratama, & Hebron Togatorop. (2025). Analisis Perbandingan Sistem Pemilihan Anggota Legislatif di Indonesia dan Jerman. Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research, 3(1), 656–664. https://doi.org/10.32672/mister.v3i1.3988
Section
Articles

References

also termed ENEP); (iii) the effective number of parties at the parliamentary or legislative level (Eff N. (2008). In Comparative Political Studies (Issue i).

_Eric Murales manik_123440039. (n.d.).

Aminuddin, M. F. (2017). Electoral System and Party Dimension Assessment in Democratic Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 20(1), 1. https://doi.org/10.22146/jsp.17956

Ardi Abdussamad, G. M., Faralita, E., & Sulastri. (2023). Korupsi Politik Terlahir Dari Sistem Pemilihan Umum Menggunakan Sistem Proporsional Terbuka Di Indonesia. Wasaka Hukum, 11(1), 62–77.

Asshiddiqie, J. (2006). Lembaga Negara Pasca Reformasi. 368.

Belajar, P., & Pemilu, K. (2023). 28-Article Text-19-2-10-20200128. 57–85.

Collins, S. P., Storrow, A., Liu, D., Jenkins, C. A., Miller, K. F., Kampe, C., & Butler, J. (2021). Jurnal Hukum. 9, 351–365.

Grace, G., & Syarief Hidayatullah. (2024). Perbandingan Sistem Pemilu Di Negara-Negara Barat : Analisis. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(1), 665–673.

Indonesia ’ s Electoral System Reforms. (2025). April.

Mackenzie, W. J. M. (2024). Electoral Engineering. Free Elections, 85–96. https://doi.org/10.4324/9781003492061-12

Nafian. (2020). Evaluasi Sistem Pemilu dan Ambang Batas Parlemen di Indonesia. SIGn Jurnal Hukum, 2(2), 15–26.

Nurdin, N., & Alamsyah, S. (2023). Penerapan Sistem Kepartaian Di Indonesia Dan Jerman Dalam Persepektif Perbandingan Politik. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 1(2), 180–188. https://doi.org/10.60126/maras.v1i2.38

Nurhasim, M. (2014). Fisibilitas Sistem Pemilu Campuran: Upaya Memperkuat Sistem Presidensial di Indonesia. Jurnal Penelitian Politik, 11(1), 369. http://ejournal.lipi.go.id/index.php/jppol/article/view/195

Rongcai, R. E. N., Guoxiong, W. U., & Ming, C. A. I. (n.d.). No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title.

Shikano, S., & Herron, E. S. (2025). Risk diversification and vote decisions in mixed-member electoral systems. Public Choice, 204(1–2), 203–219. https://doi.org/10.1007/s11127-025-01301-5

Simatupang, K. H. (2025). Multi-party Systems and Parliamentary Thresholds: The Case of Indonesia’s Presidential System with Comparisons to Germany and Taiwan. Journal of Political Issues, 6(2), 99–109. https://doi.org/10.33019/jpi.v6i2.291

Tumanggor, L. M. N., Zikrina, A., Erfaryndra, F., & Tumanggor, R. O. (2024). Analisis Perbandingan Sistem Parlemen di Pemerintahan Federal Australia dan Jerman dalam Penanganan Pandemi Covid-19. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(3), 7882–7892.