Studi Komperatif Gaya Kepemimpinan Pemerintah di Negara Berkembang dan Negara Maju dalam Menghadapi Krisis Ekonomi
Main Article Content
Abstract
Artikel ini menganalisis perbandingan gaya pemerintahan di negara berkembang dan maju dalam menghadapi krisis ekonomi. Dalam situasi dunia yang semakin rumit, krisis ekonomi perlu tanggapan yang cepat dan efektif dari pemerintah. Maka dari itu, penting untuk memahami bagaimana gaya kepemimpinan berkontribusi terhadap manajemen krisis. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di beberapa negara yang mewakili masing-masing kelompok negara maju dan berkembang. Penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan di negara maju cenderung lebih sistematis dan berbasis bukti. Keterbatasan sumber daya manusia dan keuangan juga merupakan hambatan utama dalam mengembangkan kebijakan yang efektif. Studi ini menemukan bahwa faktor budaya, tingkat pelembagaan, dan partisipasi masyarakat berperan dalam situasi krisis.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Political Institutions and the Economic Crisis in Thailand and Indonesia Andrew MacIntyre ∗ in T.J. Pempel (Ed.).” 1999. : 1–41.
Asia, Krisis, and Agiis Widarjoiio. 2003. “Evaluasi Kritis Kinerja IMF Dalam.” (50): 343–52. www.imf.org/.
Herawati, Hasmiah, and Mukarramah Gustan. 2020. “Penyebab Dan Upaya Yang Dilakukan Para Pemerintah Dunia Saat Krisis Global 2008.” AL MA’ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya 2(1): 22–29. doi:10.35905/almaarief.v2i1.1442.
Hidayat, Adrian. 2008. “Integrasi Ekonomi Asia: Solusi Asia Menghadapi Krisis Global 2008.” The Winners 9(2): 180. doi:10.21512/tw.v9i2.725.
Iriansyah, Herinto Sidik. 2020. “Krisis Asia, Kapitalisme Dan Negara Kesejahteraan (Tinjauan Analisis Kapitalisme Korea Selatan).” Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara 12(1): 53–60. doi:10.37640/jip.v12i1.277.
Kaloka, Yola Natasyah, Putri Tegar, and M Eldy. 2019. “Strategi Korea Selatan Dalam Pemulihan Krisis Moneter Tahun 1997 Melalui IMF.” Nation State Journal of International Studies 2(1): 44–56. doi:10.24076/nsjis.2019v2i1.145.
Keumala Sari, Putri, and Fakruddin. 2016. “Identifikasi Penyebab Krisis Moneter Dan Kebijakan Bank Sentral Di Indonesia: Kasus Krisis Tahun.” JIM) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah 1(2): 377–88. https://jim.usk.ac.id/EKP/article/view/5831/2491.
Nezky, Mita. 2013. “Pengaruh Krisis Ekonomi Amerika Serikat Terhadap Bursa Saham Dan Perdagangan Indonesia.” Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan 15(3): 89–103. doi:10.21098/bemp.v15i3.69.
Sihono, Teguh. 2012. “Krisis Finansial Amerika Serikat Dan Perekonomian Indonesia.” Jurnal Ekonomi dan Pendidikan 5(2): 1–20. doi:10.21831/jep.v5i2.597.
Sik, Kim Keun. 2010. “Special Foreign Policy Statement Regarding Peace and Unification . 2.” (Spring 2002): 101–2.
Surapati, Putri Jasmine, Nada Nur Maulidina, Fayza Maritza Putri Agustono, and Hilda Ferira Pohan. 2021. “Comparative Analysis of President Soeharto and Kim Dae Jung’s Policies in Overcoming the 1997 Economic Crisis Based on Small Theory and Idiosyncratic Theory.” Khazanah Sosial 3(2): 74–83. doi:10.15575/ks.v3i2.11503.
Yin, Fang, Xiao Hong, and Lin Yao. 2023. “The Global Financial Crisis and Economic Growth: An Analysis of the East Asian Economies.” Pancasila International Journal of Applied Social Science 1(01): 46–60. doi:10.59653/pancasila.v1i01.83.