FAKTOR PENCEGAHAN MALARIA PADA MASYARAKAT LEMBAH SEULAWAH

Main Article Content

Burhanuddin Syam
Evi Dewi Yani
Rahmayani Rahmayani
Ismail Ismail
Said Usman
Rizki Hidayatullah

Abstract

Latar Belakang: Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia meskipun berbagai daerah telah memperoleh status eliminasi. Wilayah kerja Puskesmas Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu wilayah yang telah mencapai eliminasi malaria, namun masih memiliki risiko terjadinya reintroduksi akibat mobilitas penduduk, perubahan lingkungan, dan perilaku masyarakat yang belum optimal dalam melakukan tindakan pencegahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi upaya pencegahan malaria di wilayah kerja Puskesmas Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi kebiasaan keluarga, perilaku masyarakat, dan peran petugas kesehatan, sedangkan variabel dependen adalah upaya pencegahan malaria. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Sebagian besar responden belum melakukan upaya pencegahan malaria secara optimal (56,7%). Kebiasaan keluarga berhubungan signifikan dengan upaya pencegahan malaria (p=0,008). Perilaku masyarakat juga menunjukkan hubungan yang bermakna (p=0,009). Selain itu, peran petugas kesehatan berhubungan signifikan dengan upaya pencegahan malaria (p=0,021). Kesimpulan: Kebiasaan keluarga, perilaku masyarakat, dan peran petugas kesehatan merupakan faktor yang berhubungan dengan upaya pencegahan malaria di wilayah kerja Puskesmas Lembah Seulawah. Penguatan promosi kesehatan, pemberdayaan keluarga, serta peningkatan peran petugas kesehatan perlu terus dilakukan untuk mempertahankan status eliminasi malaria.

Article Details

Section
Articles

References

Ajzen, I., 1991. The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), pp.179–211.

Azwar, A., 2020. Pengantar administrasi kesehatan. Jakarta: Binarupa Aksara.

Bandura, A., 1986. Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Englewood Cliffs: Prentice Hall.

Becker, M.H., 1974. The Health Belief Model and personal health behavior. Health Education Monographs, 2(4), pp.324–508.

Bhatt, S., Weiss, D.J., Cameron, E. et al., 2024. The effect of malaria control on Plasmodium falciparum in Africa between 2000 and 2023. Nature, 526, pp.207–211.

Centers for Disease Control and Prevention, 2024. Malaria surveillance—United States, 2023. Atlanta: CDC.

Dahlan, M.S., 2021a. Besar sampel dan cara pengambilan sampel dalam penelitian kedokteran dan kesehatan. Jakarta: Epidemiologi Indonesia.

Dahlan, M.S., 2021b. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. 9th ed. Jakarta: Epidemiologi Indonesia.

Dinas Kesehatan Aceh, 2025. Profil Kesehatan Provinsi Aceh Tahun 2024. Banda Aceh: Dinas Kesehatan Aceh.

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar, 2025. Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Jantho: Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar.

Elyazar, I.R.F., Hay, S.I. and Baird, J.K., 2021. Malaria distribution and risk factors in Indonesia. The Lancet Infectious Diseases, 21(4), pp.e83–e94.

Glanz, K., Rimer, B.K. and Viswanath, K., 2024. Health behavior: Theory, research, and practice. 6th ed. San Francisco: Jossey-Bass.

Green, L.W. and Kreuter, M.W., 2020. Health program planning: An educational and ecological approach. 5th ed. New York: McGraw-Hill.

Hasyim, H., Dale, P., Groneberg, D.A. et al., 2022. Spatial modelling of malaria cases associated with environmental risk factors in Indonesia. Malaria Journal, 21, p.135.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2023. Pedoman penanggulangan malaria. Jakarta: Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2025. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Lemeshow, S., Hosmer, D.W., Klar, J. and Lwanga, S.K., 1990. Adequacy of sample size in health studies. Geneva: World Health Organization.

McLeroy, K.R., Bibeau, D., Steckler, A. and Glanz, K., 1988. An ecological perspective on health promotion programs. Health Education Quarterly, 15(4), pp.351–377.

Ministry of Health Republic of Indonesia, 2025. Indonesia health profile 2024. Jakarta: Ministry of Health Republic of Indonesia.

Monroe, A., Msaky, D., Kiware, S. et al., 2023. Methods and indicators for measuring patterns of human exposure to malaria vectors. Malaria Journal, 22, p.116.

Notoatmodjo, S., 2020. Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S., 2021. Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam, 2022. Metodologi penelitian ilmu keperawatan. 6th ed. Jakarta: Salemba Medika.

Prasetyo, D., Yuniarti, E. and Hidayat, R., 2023. Family support and malaria prevention behaviour among rural communities. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(2), pp.132–141.

Pulford, J., Hetzel, M.W., Bryant, M. et al., 2021. Reported reasons for not using a mosquito net when one is available: systematic review. Malaria Journal, 20, p.267.

Pryce, J., Richardson, M. and Lengeler, C., 2022. Insecticide-treated nets for preventing malaria. Cochrane Database of Systematic Reviews, (1), CD000363.

Rahmawati, R., Setyaningsih, R. and Wibowo, T.A., 2024. Community participation in malaria elimination program in Indonesia. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(1), pp.54–63.

Ricotta, E., Koenker, H., Kilian, A. et al., 2022. Evaluating the effectiveness of long-lasting insecticidal nets in malaria prevention. Malaria Journal, 21, p.245.

Rosenstock, I.M., 1974. Historical origins of the Health Belief Model. Health Education Monographs, 2(4), pp.328–335.

Sari, N.P., Nurjazuli and Budiyono, 2022. Environmental and behavioural determinants of malaria prevention in endemic areas. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), pp.45–54.

Siregar, F., Harijanto, P.N. and Wibowo, A., 2022. Determinants of malaria preventive behaviour among communities in eastern Indonesia. BMC Public Health, 22, p.1874.

Stresman, G., Bousema, T. and Cook, J., 2023. Malaria hotspots and targeted intervention strategies. Nature Reviews Microbiology, 21(2), pp.75–87.

Sugiyono, 2023. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tusting, L.S., Bottomley, C., Gibson, H. et al., 2023. Housing improvements and malaria risk: systematic review and meta-analysis. The Lancet Planetary Health, 7(2), pp.e85–e94.

UNICEF, 2022. Behaviour change communication toolkit for community health. New York: UNICEF.

World Health Organization, 2023a. Global vector control response 2017–2030. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization, 2023b. Guidelines for malaria. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization, 2024a. Global technical strategy for malaria 2016–2030: 2024 update. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization, 2024b. World malaria report 2024. Geneva: World Health Organization.

Yulidar, Y., Hidayati, D. and Rahayu, N., 2023. Factors associated with malaria prevention behaviour in Aceh Province. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 18(2), pp.105–114.