FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGAWASAN PEMBERIAN OBAT FILARIASIS DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN NAGAN RAYA

Main Article Content

M. Mauludi
Martunis

Abstract

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya, wilayah ini merupakan salah satu daerah endemis filariasis di Provinsi Aceh. Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 222 penderita kronis filariasis. Obat filariasis didistribusikan ke seluruh desa yang tersebar di 14 kecamatan wilayah kerja puskesmas dengan jumlah penduduk 148.168 jiwa dan target sasaran 134.509 jiwa. Namun, jumlah penduduk yang mengonsumsi obat hanya sebanyak 119.217 jiwa. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah 35 pasien, sekaligus menjadi sampel penelitian (total sampling). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya pada tahun 2019. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga pasien (p-value = 0,021 < 0,05) dan peran petugas kesehatan (p-value = 0,031 < 0,05) dengan pengawasan pemberian obat filariasis di wilayah kerja tersebut. Diharapkan masyarakat dan anggota keluarga lebih peduli serta sadar akan bahaya filariasis, serta berpartisipasi aktif dalam program Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) filariasis yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan, sehingga dapat menurunkan angka kejadian filariasis di Kabupaten Nagan Raya.

Article Details

Section
Articles

References

World Health Organization. Lymphatic filariasis: progress report 2000–2009 and strategic plan 2010–2020. Geneva: WHO; 2010.

World Health Organization. Towards eliminating lymphatic filariasis: progress in the South-East Asia Region. New Delhi: WHO Regional Office for South-East Asia; 2013.

DNDi. Disease Factsheet: Filarial Diseases. Geneva: Drugs for Neglected Diseases initiative; 2018.

Dickson BFR, Graves PM, McBride WJ. Lymphatic filariasis in mainland Southeast Asia: a systematic review and meta-analysis of prevalence and disease burden. Trop Med Infect Dis. 2017;2(3):32.

Cano J, Rebollo MP, Golding N, Pullan RL, Crellen T, Soler A, et al. The global distribution of lymphatic filariasis, 2000–18: a geospatial analysis. Lancet Glob Health. 2020;8(9):e1186–e1194.

Kunoli, Firdaus J.,. Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta; CV. Trans Info Media; 2013.

INFODATIN.,. Indonesia Bebas Filariasis. Jakarta; Kemenkes RI. 2018.

Dinas Kesehatan Aceh., 2018. Pedoman Penanggulangan Filariasis. Provinsi Aceh

Dinas kesehatan Kabupaten Nagan Raya. Profil Kesehatan Kabupaten Nagan Raya. Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya. 2019.

World Health Organization. Global programme to eliminate lymphatic filariasis: monitoring drug coverage for preventive chemotherapy. [Internet]. WHO; 2019.

Rahanyamtel, Robo, Nurjazuli, Sulistiyani., 2019. Faktor Lingkungan dan Praktik Masyarakat Berkaitan Dengan Kejadian Filariasisdi Kabupaten Semarang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia.

Setyaningtyas, Dian Eka, Windy TriYuana, Nita Rahayu., 2017. Keberhasilan Pengobatan Massal Filariasis di Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Litbang Kesehatan.

Ipa’, Mara, Endang Puji Astuti, Lukman Hakim, Hubullah Fuadzy., 2016. Analisis Cakupan Obat Massal Pencegahan Filariasis di Kabupaten Bandung dengan Pendekatan Model Sistem Dinamik. Jurnal Litbang Kesehatan

Friedman MM, Bowden VR, Jones EG. Family Nursing: Research, Theory & Practice. 5th ed. New Jersey: Pearson Education; 2003.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Jakarta: Kemenkes RI; 2016.

Notoatmodjo S. Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.

Santoso, Sri Cahyaningrum., 2016. Re-Transmission Assessment Survey Filariasis Pasca Pengobatan Massal diKabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat Tahun 2016. Jurnal Litbang Kesehatan