FAKTOR RISIKO KEJADIAN ASMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS INDRAPURI ACEH BESAR

Main Article Content

Sri Rosita
T.M Rafsanjani
Sri Nadia

Abstract

Latar Belakang: Asma memiliki banyak faktor risiko dan faktor pencetus. Beberapa diantara faktor tersebut adalah jenis kelamin, usia, riwayat penyakit keluarga, kepadatan hunian, debu rumah dan asap rokok. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi kejadian asma di Wilayah Kerja Puskesmas Indrapuri Aceh Besar, Metode: penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan desain case control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang sudah diagnosis asma oleh dokter yang ada di Puskesmas Indrapuri Kabupaten Aceh Besar, sampel dalam penelitian ini berjumlah 92 orang yang di ambil dengan teknik consecutive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan kuesioner, analisa data menggunakan uji chi-square test. Hasil:  penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang mempengaruhi asma adalah riwayat keluarga (OR: 3,769, p-value 0,004), asap rokok (OR: 7,765, p-value 0,004) dan debu rumah (OR: 2,448, p-value 0,047). Sedangkan kepadatan hunian tidak berpengaruh terhadap penyakit asma di Puskesmas Indrapuri Kabupaten Aceh Besar dengan OR: 0,389, p-value 0,180. Kesimpulan: faktor risiko yang mempengaruhi asma adalah Riwayat keluarga, Asap Rokok dan Debu Rumah, sedangkan Kepadatan hunian tidak menjadi faktor risiko kejadian asma di Puskesmas Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pihak puskesmas supaya melakukan penyuluhan tentang asma agar masyarakat tahu cara penanggulangan dan faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya asma.

Article Details

Section
Articles

References

Achmadi, U. F. 2010. Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah. Jakarta: Penerbit UI Press. https://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/ article/view/217.

Aini, F., Hasneli, Y., & Dewi, Y. I. (2011). Faktor-Faktor Risiko Yang Berpengaruh Terhadap Tingkat Kekambuhan Pasien Asma. Jurnal Bibliography, Vol 35.

Craig, T. J. (2010). Aeroallergen sensitization in asthma: Prevalence and correlation with severity. Allergy and asthma proceeding, Vol. 31(No. 2), 96-102.

GINA (Global Initiative for Asthma); 2020. Global Strategy for Astma Management and Prevention https:// ginasthma.org/wpcontent/up loads/2020/06/GINA-2020- report_20_06_04-1-wms.pdf

Iskandar, S. (2011). Faktor-Faktor Risiko Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Asma Pada Anak di Kota Semarang. Doctoral dissertation: Diponegoro University.

Kasim, N., Nur’afni, & Moonti, S. (2019). Hubungan Antara Asap Rokok dan Alergi Debu Dengan Penyakit Asma Bronkial diPuskesmas Singgani Kota Palu. Jurnal Kolaboratif Sains, Vol. 2 No. 1, 1-10.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Tentang pedoman pengendalian penyakit asma.

Laisina, A. H., Takumansang- Sondakh, D., & Wantania, J. M. (2007). Faktor risiko kejadian asma pada anak sekolah dasar di kecamatan Wenang Kota Manado. Sari pediatri, Vol. 8 (No. 4), 299-304.

Nursalam. 2015. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pendekatan Praktis. Jakarta: Salemba Medika. http://eprints.ners.unair.ac.id/982/

Purnomo, Arwani, & Duke, H. I. (2012). Faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian asma bronkial pada anak (studi Kasus Di Rs Kabupaten Kudus). Jurnal Keperawatan dan Kebidanan (JKK), Vol. 1(No. 7), 381-389.

Rosyadah, P. A. (2025). Somatotype and Ratio of Chest Circumference to Height in Asthma Patients and Its Relation to Asthma Control Level. Jurnal Respirasi Indonesia, 45(1), 38–46.

Safriana, L. 2017. Faktor-Faktor Pencetus Kekambuhan Asma Pada Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Sibela Kota Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Skripsi.

Septiani, A., Suyanto, S., Rochmawati, D. H., & Melastuti, E. (2025). A Literature Review of Factors Contributing to Asthma Relapse. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(4), 553–560