FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERCULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABUHAN HARI TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN

Main Article Content

Reza Munandar
T.M. Rafsanjani

Abstract

Latar Belakang: Diperkirakan sekitar sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi Mycrobacterium TB paru. Sebagian besar dari orang yang terinfeksi tidak akan terjadi penderita TB paru, hanya 10 % dari yang terinfeksi yang akan menjadi penderita TB paru. Dengan demikian perlu, untuk mengetahui faktor penularan penyakit sehingga dapat dilaksanakan upaya pencegahan yang tepat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal higiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian tuberculosis paru di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Haji Timur Kabupaten Aceh Selatan Metode Penelitian ini ialah penelitian kuantitatif bersifat deskriptif analitik. Penelitian dilaksanakan pada April s.d Mei 2023 dengan melakukan wawancara. Analisi data dilakukan adalah univariat dan bivariat. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara personal higiene  (p value = 0,008) dan sanitasi lingkungan (p value = 0,000) dengan kejadian tuberculosis paru di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Haji Timur Kabupaten Aceh Selatan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dikatahui bahwa seluruh variabel memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian Tuberculosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Haji Timur Kabupaten Aceh Selatan.

Article Details

Section
Articles

References

Butarbutar., M. H. 2018. Hubungan Perilaku dan Sanitasi Lingkungan dengan Pasien TB Paru. Journal of Borneo Holistic Health.;1(1).:51-61.

Caesar DL, Hakim AR. 2019. Perilaku Personal Hygiene Penderita Penyakit Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Gondosari. JKM Stikes Cendekia Utama Kudus.;7(1):144–57.

Dinas Kesehatan Aceh Selatan. 2023. Profil Kesehatan Aceh Selatan’. Aceh Selatan: Dinas Kesehatan Aceh Selatan; 2023.

Dinkes Aceh. Profil Kesehatan Aceh Tahun 2023. Banda Aceh: Dinkes Aceh; 2023.

Fitrianti T, Wahyudi A, Murni NS. 2022. Analisis Determinan Kejadian Tuberkulosis Paru. Jurnal Aisyiyah Medika.7(1):166–81.

Jayanti KD, Kolupe VM, Musrah AS, Pangadongan SE, Paulus AY, Sutriyawan A, Rafsanjani TM, Magdalena H, Sidebang P, Rustam MZ, Supardi UK. 2022. Epidemiologi Penyakit Menular. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini; 2022 Dec 26.

Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indinesia Tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.

Masdalena, Wirsal H, Hiswani. 2018. Pengaruh Hygiene dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Penyakit Tuberculosis Paru pada Warga Binaan Pemasyarakatan di Blok D Rumah Tananan Negara Kelas 1 Medan. Prima Medical Journal; 1(1):12–25.

Meriyanti N., K, Sudiadnyana., I W. 2018. Hubungan Sanitasi Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Jurnal kesehatan Lingkungan ;8(1):9-12.

Nizar M. 2017. Upaya Pemberantasan dan Penanggulangan Tb paru. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Pratiwi., A. Y, Dewi, S., R,. 2017. Hubungan Kualitas Sanitasi Lingkungan Tempat Tinggal dengan Kejadian Suspek Tuberculosis di Desa Pakusari Wilayah Kerja Puskesmas Pakusari Kabupaten Jember. Artikel Publikasi FIKES Universitas Muhammadiyah Jember;1(1):1–10.

Rafsanjani TR, Usman S, Syam B, Saputra I. 2019. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberculosis Di Kabupaten Nagan Raya. InProsiding Seminar Nasional USM 2019 Dec 30 (Vol. 2, No. 1, pp. 366-375).

Rahmasari A, Aruan N, Hari Susanto S. 2019. Prosiding Temu Ilmiah Nasional Balitbang Tahun 2019 “Percepatan Pengembangan Desa Mandiri.” Malang: Badan Penelitian Dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur; 2019. 804 hlm.

Rohmatin H, Widayati A, Narsih U. 2020. Mencegah Kematian Neonatal dengan P4K. Malang: Universitas Wisnuwardhana Press (Unidha Press). 80 hlm.