FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS MEURAXA

Main Article Content

Eliyana Eliyana

Abstract

Latar Belakang: Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas kesehatan masyarakat. Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan serius di Indonesia, termasuk di wilayah kerja UPTD Puskesmas Meuraxa, Banda Aceh. Faktor-faktor seperti pengetahuan ibu, pola asuh orang tua, ketersediaan bahan makanan, serta sanitasi lingkungan diyakini berkontribusi terhadap status gizi balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, pola asuh orang tua, ketersediaan bahan makanan, dan sanitasi lingkungan dengan status gizi balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Meuraxa tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Meuraxa pada Januari–Maret 2023 sebanyak 1.654 orang. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh 94 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan proportional random sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square untuk melihat hubungan antarvariabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel independen, yaitu pengetahuan (p<0,05), pola asuh orang tua (p<0,05), ketersediaan bahan makanan (p<0,05), dan sanitasi lingkungan (p<0,05), semuanya memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi balita. Di antara variabel tersebut, faktor pengetahuan ibu memiliki hubungan paling kuat terhadap status gizi balita. Kesimpulan: Pengetahuan ibu merupakan faktor dominan yang memengaruhi status gizi balita, disamping pola asuh, ketersediaan bahan makanan, dan sanitasi lingkungan. Upaya peningkatan status gizi balita perlu difokuskan pada intervensi edukasi gizi, pendampingan pola asuh, peningkatan akses pangan bergizi, serta perbaikan sanitasi lingkungan secara berkesinambungan.

Article Details

Section
Articles

References

FAO, IFAD, UNICEF, WFP, & WHO. (2021). The State of Food Security and Nutrition in the World 2021: Transforming food systems for food security, improved nutrition and affordable healthy diets for all. Rome: FAO. https://doi.org/10.4060/cb4474en

WHO. (2022, July 6). UN report: Global hunger numbers rose to as many as 828 million in 2021. World Health Organization. https://www.who.int/news/item/06-07-2022-un-report--global-hunger-numbers-rose-to-as-many-as-828-million-in-2021

Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., de Onis, M., Ezzati, M., Grantham-McGregor, S., Katz, J., Martorell, R., & Uauy, R. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)60937-X

FAO, IFAD, UNICEF, WFP, & WHO. (2022). The State of Food Security and Nutrition in the World 2022: Repurposing food and agricultural policies to make healthy diets more affordable. Rome: FAO. https://doi.org/10.4060/cc0639en

Global Hunger Index. (2023). Global Hunger Index 2023: The challenge of hidden hunger. Dublin/Bonn: Concern Worldwide and Welthungerhilfe. https://www.globalhungerindex.org/pdf/en/2023.pdf

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI. (2010). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1995/Menkes/SK/XII/2010 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Dinas Kesehatan Aceh. (2021). Profil Kesehatan Aceh Tahun 2021. Banda Aceh: Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Tersedia di: https://dinkes.acehprov.go.id/l-content/uploads/Profil_Kesehatan/dinkes_profile--REV-3--final.pdf

Yulidasari, F., Ahmad, A., Nurhayati, N., & Fitri, R. (2022). Determinan status gizi balita di Provinsi Aceh: Analisis data sekunder Riskesdas. Jurnal Vokasi Kesehatan, 8(2), 115–124. https://doi.org/10.30602/jvk.v8i2.3439

Rahmah, N., Yulidasari, F., Hadi, A., & Ahmad, A. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi gizi kurang pada balita di Aceh. Media Gizi Indonesia, 18(1), 45–54. https://doi.org/10.20473/mgi.v18i1.2023

Puskesmas Meuraxa. (2022). Laporan Tahunan Puskesmas Meuraxa Tahun 2022. Banda Aceh: Puskesmas Meuraxa.

Puskesmas Meuraxa. (2021). Laporan Tahunan Puskesmas Meuraxa Tahun 2021. Banda Aceh: Puskesmas Meuraxa.

Puskesmas Meuraxa. (2020). Laporan Tahunan Puskesmas Meuraxa Tahun 2020. Banda Aceh: Puskesmas Meuraxa.

Nurmaliza, & Herlina. (2019). Hubungan pengetahuan ibu dengan status gizi balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(2), 45–53.

Adventus. (2019). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Thamaria, N., Suryani, I., & Handayani, R. (2017). Faktor yang mempengaruhi status gizi balita di Indonesia. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 9(1), 12–20.

Ayun, Q. (2017). Hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia 3–5 tahun. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 11(2), 223–234. https://doi.org/10.21009/JPUD.112.10

Mardalena. (2021). Gizi dalam kesehatan reproduksi. Yogyakarta: Deepublish.

Sulaeman, E. S., Fatimah, S., & Wahyuni, D. (2021). Hubungan pola asuh dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 15(1), 56–65. https://doi.org/10.24893/jkma.15.1.56-65

Riski, H., Mundiastutik, L., & Adi, A. C. (2019). Ketahanan pangan rumah tangga, kejadian sakit dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan status gizi balita usia 1-5 tahun di Surabaya. Amerta Nutrition, 3(3), 130–134. https://doi.org/10.20473/amnt.v3i3.2019.130-134

Rahmah, R., Arifin, S., & Hayatie, L. (2020). Hubungan ketersediaan pangan dan penghasilan keluarga dengan kejadian gizi kurang dan gizi buruk pada balita di wilayah kerja Puskesmas Beruntung Raya. Homeostasis, 3(3). https://doi.org/10.20527/ht.v3i3.2790

Wirawan, N. N., & Rahmawati, W. (2016). Ketersediaan dan keragaman pangan serta tingkat ekonomi sebagai prediktor status gizi balita. Indonesian Journal of Human Nutrition, Supplement 9. https://doi.org/10.21776/ub.ijhn.2016.003.Suplemen.9

Simbolon, R. (2017). Hubungan faktor sosial ekonomi dan higiene sanitasi lingkungan dengan status gizi anak balita di Desa Nifuboke Tahun 2016. Jurnal INOHIM, 5(2), 96–102.

Abeng, A. T., Ismail, D., & Huriyati, E. (2014). Sanitasi, infeksi, dan status gizi anak balita di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 10(3), 159–168. https://doi.org/10.22146/ijcn.18867.

Thamaria, N. (2017). Penilaian Status Gizi (Bahan Ajar). Jakarta: Pusat Pendidikan SDM Kesehatan, Badan PPSDMK, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (Buku ajar / modul; tersedia di repositori bahan ajar Kemenkes).