HAMBATAN DAN CUES TO ACTION IBU TIDAK MEMENUHI IMUNISASI CAMPAK BAYI (STUDI DI DESA GROGOL, BANYUWANGI)
Main Article Content
Abstract
Angka cakupan imunisasi terjadi penurunan dari tingkat Nasional, Provinsi hingga Kabupaten Banyuwangi. Hampir 20% puskesmas di Banyuwangi belum mencapai target UCI. Puskesmas Mojopanggung merupakan puskesmas dengan angka cakupan terendah imunisasi campak yaitu sebesar 78,7%. Desa Grogol merupakan desa dengan angka cakupan imunisasi campak terendah yaitu hanya sebesar 62,3%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi hambatan dan cues to action (isyarat untuk bertindak) ibu dalam tidak memenuhi imunisasi campak pada bayinya di desa Grogol Kecamatan Giri Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, menggunakan desain penelitian studi fenomenologi. Penentuan subyek penelitian menggunakan teknik purposive. Subyek penelitian sejumlah 10 orang informan utama dan 7 orang informan kunci. Cara pengambilan data yaitu melakukan indepth interview dengan menggunakan pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu mulai transkrip, penyesuaian topik, klasifikasi, deskripsi makna, dan pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hambatan yang dirasakan informan, baik faktor intrinsik dan ekstrinsik. Persepsi ibu terkait cues to action (isyarat untuk bertindak) adalah dari media massa, dukungan keluarga, pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain. Hambatan terbesar adalah kondisi anak yang sakit saat pelaksanaan imunisasi campak. Faktor terbesar pencetus tindakan adalah adanya larangan dari keluarga dan pengalaman buruk dari informan itu sendiri atau orang lain. Diperlukan inovasi dari petugas kesehatan dan perlu kegiatan sosialisasi pentingnya imunisasi campak kepada anggota keluarga.
Article Details
References
Kemenkes R.I. Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015. Kementerian Kesehatan RI, Jakarta: (2015).
Kemenkes R.I. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Kementerian Kesehatan RI, Jakarta: (2016).
Direktorat Surveilens, Imunisasi, Karantina dan Kesehatan Matra dan Direktorat Jenderal PP & PL Kemenkes. Program Imunisasi Ibu hamil, Bayi, dan Bayi di Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI, Jakarta: (2015). Kemenkes R.I. Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Kementerian Kesehatan RI, Jakarta: (2017).
Dinkes Banyuwangi. Profil Kesehatan Banyuwangi Tahun 2017. Dinas Kesehatan,
Banyuwangi: (2017).
Ranuh, dkk., Pedoman Imunisasi di Indonesia. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta: (2005).
Putri, R.S.. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Dasar Pada Balita Di Dukuh Pilangbangau Desa Sepat Masaran Sragen. [Skripsi]. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya: (2016).
Noorkasiani, dkk,. Sosiologi Keperawatan. EGC. Jakarta:. (2009).
Puri, Y.E., dkk. Analysis Of The Effect Of Maternal Perception On Completeeness Of Child Immunization Status With Health Belief Model. Universitas Sebelas Maret Surakarta. [Online Journal]. (2016):1(3):211-222. [Diakses 17 Mei 2019]. Available at: https://doi.org/10.26911/thejhpb.2 016.01.03.08.
Andrianto, P,. Imunisasi dalam Praktek. Penerbit Hipokrates. Jakarta: (1992).
Lau JT, Mo PK, Cai YS, Tsui HY, Choi KC. Coverage and
Parental Perceptions of Influenza Vaccination Among Parents of Children Aged 6 To 23 Months In Hong Kong. BMC Public Health. Hong Kong: (2013).
Cheng, J.K., Fox SA, Cantrell C.H, Stockdale SE, Kagawa-Singer M. Health Disparities and Prevention: Racial/Etnic Barriers To Flu Vaccinations. Journal of Community Health. (2007).
Priyoto. Teori Sikap dan Perilaku dalam Kesehatan. Nuha Medika. Yogyakarta: (2013).
Ary, D., dkk. 2012. Pemanfaatan Imunisasi di Kelurahan Pampang Kecamatan Panakkukang Kota Makassar (Pendekatan Health Belief Model). Universitas Hasanuddin. Makassar: (2012).
Rafsanjani, T. M. (2018). Pengaruh individu, dukungan keluarga dan sosial budaya terhadap konsumsi makanan ibu muda menyusui (Studi kasus di Desa Sofyan Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue). AcTion: Aceh Nutrition Journal, 3(2), 124-131