PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM PENINGKATAN GIZI PADA BALITA KURANG GIZI DI GAMPONG NEUHEUN ACEH BESAR

Main Article Content

Eva Eva
Ismail Ismail
Said Usman
Eva Dewi Yani
Nisrina Hanum

Abstract

Latar Belakang: Gizi yang optimal merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang balita, sementara pemberdayaan keluarga menjadi kunci dalam pemenuhan kebutuhan gizi, terutama bagi balita yang mengalami kekurangan gizi. Di Kabupaten Aceh Besar, data Dinas Kesehatan tahun 2024 menunjukkan bahwa 5.025 balita mengalami stunting dengan prevalensi 16,2%. Kondisi serupa terlihat di Gampong Neuheun, di mana masalah status gizi masih menjadi perhatian serius. Dari data yang tersedia, sebanyak 19 balita (46,3%) mengalami kekurangan berat badan dan 13 balita (31,7%) berada pada kategori berat badan sangat kurang. Hanya 9 balita (22%) yang berada pada kategori normal, menggambarkan bahwa sebagian besar balita di wilayah ini berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. Tujuan: Mengetahui upaya, hambatan, dan dampak pemberdayaan keluarga dalam meningkatkan gizi balita kurang gizi di Gampong Neuheun, Aceh Besar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah keluarga yang memiliki balita berusia 0–59 bulan dengan status gizi kurang, dipilih melalui purposive sampling. Total partisipan berjumlah 12 orang, terdiri atas 8 informan kunci (orang tua balita) dan 4 informan pendukung (tenaga kesehatan, kader posyandu, perangkat desa, dan tokoh masyarakat). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen posyandu. Analisis dilakukan secara tematik dan disajikan dalam bentuk naratif. Hasil: Upaya pemberdayaan dilakukan melalui penerapan pola makan bergizi, menjaga kebersihan, dan partisipasi aktif dalam kegiatan posyandu. Hambatan utama meliputi kurangnya pengetahuan orang tua dan keterbatasan ekonomi. Dampaknya terlihat pada meningkatnya pemahaman gizi keluarga, perubahan pola konsumsi, serta perbaikan kesehatan dan berat badan balita. Kesimpulan: Pemberdayaan keluarga berkontribusi signifikan dalam peningkatan gizi balita, namun membutuhkan dukungan berkelanjutan dari tenaga kesehatan dan pemerintah desa agar upaya perbaikan gizi lebih efektif dan berkelanjutan.

Article Details

Section
Articles

References

Ardian. 2024. Pemberdayaan Keluarga Dan Perubahan Perilaku Kesehatan. Jakarta: EGC.

Cisse, M. 2018. “Community Empowerment in Health Promotion’,.” Journal of Public Health, 12(3), p.

Dahlia. 2025. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: EGC.

Engkus. 2024. Strategi Ketahanan Pangan Berbasis Keluarga. Bandung: Alfabeta.

Ginanjar. 2020. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Kesehatan. Jakarta: Prenada Media.

Hidayati. 2024. “Dampak Kekurangan Gizi Pada Perkembangan Anak’, J.” Urnal Gizi Dan Kesehatan, 16(2), p.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 2018. Pedoman Pemberdayaan Keluarga Dalam Peningkatan Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (Kemenkes BKPK). 2023. Laporan Status Gizi Balita Indonesia. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.

Mansur, A., Hidayat, T. and Wahid, A. 2024. “Perilaku Konsumsi Dan Status Gizi Balita’,.” Jurnal Gizi Dan Pangan, 19(1), p.

Munawaroh, L., et al. 2024. “Perilaku Konsumsi Dan Status Gizi Balita’, J. Urnal Gizi Dan Pangan, 19(1), p.

Panjaitan, R. 2022. Pemberdayaan Masyarakat Dan Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Ririen, D., et al. 2021. Peningkatan Kapasitas Keluarga Melalui Program Pemberdayaan,. Jurnal Kesehatan, 13(2), p.

Rusdianah, S. and Widiarini, R. 2020. Peran Puskesmas Dalam Penanggulangan Masalah Gizi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), p.

Satu, R. 2023. Edukasi Gizi Seimbang Pada Ibu Rumah Tangga,.Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), p.

Shabany, A., et al. 2020. Konsep Dan Aplikasi Pemberdayaan Keluarga. Surabaya: Airlangga University Press.

Siagian, D., et al. 2022. “Masalah Gizi Ganda Di Indonesia’,. Jurnal Gizi Indonesia, 11(1),p.