KONTAMINASI BAKTERI SALMONELLA SP PADA BURGER DI KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH

Main Article Content

Sinar Murni
Husna Husna
Riski Muhammad
Ismail Ismail
Diza Fathamira Hamzah

Abstract

Latar Belakang: Burger merupakan salah satu makanan cepat saji yang digemari masyarakat karena murah, mudah didapatkan, dan dianggap dapat memenuhi kebutuhan gizi karena terdiri dari roti, telur, daging, sayur dan komponen lainnya. Pedagang burger di Kecamatan Syiah Kuala berjumlah 15 orang. Para pedagang tersebut tersebar dibeberapa titik di Kecamatan Syiah Kuala. Meningkatnya konsumsi burger di masyarakat perlu mendapatkan pengawasan dan keamanan dari cemaran mikroba salah satunya ialah Salmonella sp yang dapat menyebabkan food borne disease. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cemaran bakteri Salmonella sp pada burger di Kecamatan Syiah Kuala Metode: Penelitian deskriptif analitik dilakukan di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh, Metode penelitian dengan uji mikrobiologi menggunakan media selektif dilanjutkan dengan uji biokimia. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Analisa data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Sebagian besar sampel  tidak memenuhi syarat kesehatan atau tidak layak konsumsi karena mengandung bakteri Salmonella sp dan Shigella. Cemaran tersebut dapat disebabkan oleh kondisi peralatan yang tidak bersih dan sarana penjaja yang tidak memenuhi syarat sehingga bakteri penyebab penyakit dapat mengkontaminasi produk makanan. Kesimpulan: Burger yang terkontaminasi Salmonella tidak aman dikonsumsi karena dapat menyebabkan penyakit Salmonellosis. Jumlah koloni bakteri salmonella sp yang terdapat pada burger melebih ambang batas SNI.

Article Details

Section
Articles

References

Apriani L, Rahmawati, Rikhsan K. (2019). Deteksi Bakteri Salmonella dan Shigella pada Burger di Sungai Raya Dalam Pontianak. Protobiont. 8(3):53–7.

Dinkes Aceh (2023). Data Kesehatan Aceh tahun 2022. Kota Banda Aceh: Dinas Kesehatan Aceh.

Ermawaty W, dan Ramdhan M. (2022) Peran Puskesmas untuk Deteksi Cemaran Bakteri. Sleman: Penerbit NEM.

Ginting WNP, Santi DN, dan Chahaya I. (2018). Hygiene Sanitasi dan Analisa Pencemaran Salmonella Sp pada daging olahan (Daging Burger) sebelum dan sesudah digoreng yang dijual di kelurahan helvetia timur kecamatan medan helvetia kota medan tahun 2013. Universitas Sumatera Utara Press. 1(1):1–10.

Kemenkes RI (2023). Data Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kurniasih R P, Nurjazuli, Yusniar. (2015). Hubungan Higiene dan Sanitasi Makanan dengan Kontaminasi Bakteri Escherichia coli dalam Makanan di Warung Makan Sekitar Terminal Borobudur Magelang. 3(1):549–59.

Kurniawan YA, Sanubari TP, Puspita D. (2018). Evaluasi Personal Higiene Penjaja Pangan Jajanan Anak Sekolah di Salatiga. Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Unimus. 1(1):34–44.

Muna F, Khariri. (2020). Bakteri Patogen Penyebab Food Borne Diseases. Jurnal Biologi UIN Alauddin Makasar. 1(1):74–80.

Nofrianti F F, Andi N, Faisal J, Ismail, Sari W E. (2022). Deteksi Cemaran Salmonella Sp pada Bakso Bakar Yang dijual Di Kopelma Darussalam Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner (JIMVET). 6(3):162–9

Rahmani N, dan Handayani S. (2016). Kontaminasi Bakteri Eschericia Coli pada Makanan dan Minuman Penjual jajanan di Lingkungan Pendidikan Muhammadiyah Limau, Jakarta Selatan. Universitas Muhammadiyah Prof Hamka Jakarta. 3(2):25–36.

Rahmayani RD, dan Simatupang MM. (2019). Analisis Pengaruh Higiene Penjamah dan Sanitasi Makanan Terhadap Kontaminasi E.coli pada Jajanan Sekolah. Jukmas. 3(2):164–79.

Rawung T W, Maddusa S S, Akili R H. Keberadaan Salmonella Sp Pada Telur Ayam Ras dari Peternakan di Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Kesmas. 2022;11(2):191–210.

Yunus R, Ruth M, Rosnani. (2017). Cemaran Bakteri Gram Negatif pada Jajanan Siomay di Kota Kendari. Medical Laboratory Technology Journal. 3(1):87–92.