PAPARAN PESTISIDA PADA PETANI PENDERITA PENYAKIT KULIT DI DESA LAMPOH KRUENG KECAMATAN KOTA SIGLI KABUPATEN PIDIE
Main Article Content
Abstract
Latar Belakang: Penyakit kulit sering dialami oleh petani akibat pengguna pestisida, kandungan kimia dan pestisida tidak hanya mengurangi hama tanaman namun yang terdapat pada petani penyakit kulit yang di sebabkan oleh paparan pestisida akibat personal hygiene yang kurang baik dan tidak menggunakan APD. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan paparan pestisida pada petani penderita penyakit kulit. Metode: Penelitian analitik dilakukan di Desa Lampoh Krueng Kecamatan Kota Sigli Kabupaten Pidie, Metode penelitian dengan wawancara menggunakan kuesioner pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Hasil: Ada hubungan penggunaan APD (0,015), pengetahuan (0,000) dan sikap (0,040) dengan paparan pestisida pada petani penderita penyakit kulit. Tidak ada hubungan lama menyemprot (0,384) dan jenis pertisida (0,298) dengan paparan pestisida pada petani penderita penyakit kulit. Kesimpulan: Pengetahuan, sikap dan penggunaan APD berpengaruh nyata terhadap penyakit kulit akibat paparan pestisida. Petani diharapkan menggunakan APD secara lengkap seperti masker, sarung tangan, baju panjang, celana panjang dan sepatu boot saat pencampuran pestisida maupun penyemprotan pestisida
Article Details
References
Girsang, 2017. Lama Pajanan Organofosfat terhadap Penurunan Aktivitas Enzim Kolinesterase dalam Darah Petani Sayuran. Makara Kesehatan, 14(2), 95–101.
Hamidah, S. Sulistyani, dan S. Suhartono. (2018). Hubungan Paparan Pestisida dengan Kejadian Gangguan Kepekaan Kulit pada Petani di Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 6(6): 354-362. https://doi.org/10.14710/jkm.v6i6.22197
Hanisah, H., dan Juliana. (2017). Pengaruh Mutu Intensifikasi Terhadap Produksi Pada Usahatani Kelapa Sawit (Elaeis Guenensis, Jacq) di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur. Jurnal Penelitian Agrisamudra, 2(1), 41-50. https://doi.org/10.33059/jpas.v2i1.231
Manalu, dan A. Suripto (2021). Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Petani Penyemprot Pestisida di Desa Perpulungen Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
N.C. Dini, N. Nurjazuli, dan N.A.Y. Dewanti. (2016). Determinan Gangguan Kepekaan Kulit pada Petani Bawang Merah Desa Wanasari Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 4(5):52-59. https://doi.org/10.14710/jkm.v4i5.14470
Octaviani Azizah, Salma dan Rezania Asyfiradayati. (2021) Gambaran Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Petani Padi Penyemprot Pestisida di Desa Bangsri Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Pamungkas, O.S. (2016). Bahaya Paparan Pestisida terhadap Kesehatan Manusia. Bioedukasi. 14(1):27-31
Safirah Hs., Rifdah (2022). Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Petani Pengguna Pestisida di Desa Lempang Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
Tuhuteru, S., Anti U. Mahanani , dan Rein E. Y. Rumbiak (2019). Pembuatan Pestisida Nabati untuk Mengendalikan Hama dan Penyakit pada Tanaman Sayuran di Distrik Siepkosi Kabupaten Jayawijaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 25 (3):135-143.
Istianah. 2017. Hubungan Masa Kerja, Lama Menyemprot, JenisPestisida, Penggunaan APD dan Pengelolaan Pestisida dengan Kejadian Keracunan Pada Petani di Brebes. Jurnal. Universitas Negeri Semarang, Indonesia.
Marsaulina I dan Wahyui AS. 2019. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keracunan pestisida pada petani hortikultura di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simaulungun. Medika Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 17(1) p.154133.