FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMAKMUR
Main Article Content
Abstract
Latar Belakang: Kasus diare di provinsi Aceh, terutama pada kelompok anak-anak dan balita, masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan rendahnya kualitas lingkungan, kebersihan yang tidak terjaga, serta penerapan perilaku hygiene yang belum optimal. Faktor-faktor tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penularan dan kejadian diare pada kelompok rentan. Selain itu, kurangnya akses terhadap air bersih menjadi faktor yang signifikan. Infeksi rotavirus juga menjadi salah satu penyebab utama diare berat pada anak-anak di wilayah Aceh. Berdasarkan data survey kesehatan indonesia tahun 2023, prevalensi diare pada balita secara nasional mencapai 7,6% atau setara dengan 1,5 juta kasus. Di Kabupaten Aceh Besar, tercatat sebanyak 2.944 kasus. Tujuan: mengetahui hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukamakmur tahun 2024. Metode: penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita yang tercatat dalam kartu berobat dan buku registrasi di Puskesmas yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Sukamakmur sebanyak 43 orang dengan teknik total sampling yaitu teknik pengambilan sampel di mana seluruh populasi di gunakan sebagai sampel penelitian. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel, yaitu sarana pengolahan sampah (p.value 0,048 < 0,05), sarana pembuangan air limbah (SPAL) (P.Value 0,009 < 0,05) dan personal hygiene ibu (P.Value 0,002 < 0,05) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare pada balita. Kesimpulan: didapatkan bahwa adanya kolerasi seluruh variabel dengan kejadian diare. Saran: untuk memperkuat program edukasi dan penyuluhan tentang pentingnya pengolahan sampah dan air limbah yang baik serta praktik personal hygiene yang tepat bagi ibu rumah tangga.
Article Details
References
Argarini, D, Fajariyah, N & Sabrina, A., 2023. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Diare Pada Balita Di Desa Iwul Parung Bogor, 9(1), 1-12.
Effendi, S, U., Aprianti, R., Angelia, L., 2022. Hubungan Kualitas Air Bersih Dan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) Dengan Kejadian Diare Pada Balita.https://jurnal.stikestrimandirisakti.ac.id/index.php/jsk/article/download/247/pdf
Jaenudin, Aprianto, S, Andini, C, S, D., 2018. Hubungan Pengelolaan Sampah Dengan Kejadian Diare Di KelurahanArgasunyaKotaCirebon. https://media.neliti.com/media/publications/353282-th-relationship-of-waste-management-wit-93035615.pdf
Kasmara, D. P, Sarli, D., 2023. Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita. Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(1), 93-103.
Kemenkes RI., 2023. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Noviyanti., Fatmawati, S., 2024. Studi Korelasi Personal Hygiene Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Kota Surakarta. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal Of Nursing), 5(2), 132-139.
Oktora, B., 2018. Hubungan Pengolahan Sampah Rumah Tangga Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Kelurahan Sindang Barang Kota Bogor. Jurnal Ilmiah Wijaya, 10(1), 47-58.
Purnama., 2016. Penyakit Berbasis Lingkungan. Ministry Of Health Of The Republic Of Indonesia.
Rostandi, R., Natassa, J., & Hayana. (2023). Hubungan Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Petonggan Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2022. Jurnal Olahraga Dan Kesehatan.
Satriani, A., Dahrianis., Baharuddin., 2021. Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia 1-5 Tahun Di Perawatan Anak Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 1(1), 45-50.
Utami, P., Suprida., Amalia, R., Yunola, S., 2023. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita. Jurnal ‘Aisyiyah Palembang, 8(1), 251-263.