PERBEDAAN NILAI SEBELUM DAN SETELAH PROGRAM WEEKLY SAFETY TALK PADA PEKERJA DI PT. BUMI SUKSESINDO BANYUWANGI
Main Article Content
Abstract
Komunikasi Keselamatan kerja merupakan bagian dari kegiatan pendukung untuk pencegahan kecelakaan kerja. Salah satu upaya pencegahan yang ada dalam K3 adalah melaksanakan program safety talk di tempat kerja guna mencegah adanya kecelakaan kerja dengan tetap menjaga komunikasi antar pekerja dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan nilai sebelum dan sesudah pemberian program weekly safety talk pada pekerja di PT. Bumi Suksesindo. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada pekerja PT. Bumi Suksesindo, Pesanggaran Banyuwangi tahun 2019. Sampel dari penelitian ini berjumlah 99 pekerja dari departemen di PT. Bumi Suksesindo yang dipilih melalui random sampling. Variabel penelitian ini adalah program weekly safety talk dan juga pengetahuan pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bhawa sebagaian besar responden memiliki usia 26 – 35 tahun dan berpendidikan SMA. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata – rata nilai pekerja sebelum dilakukan weekly safety talk adalah 66,92, sedangkan setelah diberikan weekly safety talk adalah 79,42, maka terjadi peningkatan rata – rata nilai sebelum dan sesudah dilakukan weekly safety talk. Diketahui juga nilai p value = 0,000 yang artinya nilai sesudah dilakukan weeklysafety talk signifikan lebih besar dibandingkan dengan sebelum dilalukan weekly safety talk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan nilai sebelum dan sesudah diberikan weekly safety talk pada pekerja PT. Bumi Suksesindo, maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan weekly safety talk berjalan dengan baik. PT. Bumi Suksesindo diharapkan dapat berinovasi untuk program safety talk yang lebih baik lagi sebagai langkah peningkatan pemahaman pekerja tentang K3 seperti dengan menggunakan media visual atau audio visual dalam beberapa waktu.
Article Details
References
Kurniawan W, dkk. 2017. Hubungan Faktor Karakteristik Pekerja, Safety Morning Talk (SMT) dan Housekeeping Dengan Kejadian Minor Injury pada Pekerja di Proyek Pembangunan Gedung Kantor PT. X Jakarta.
International Labour Organization. 2013 . Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Tempat Kerja (Sarana untuk Produktivitas). Modul 5. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta : ILO
Direkotrat Jenderal Mineral dan Batubara Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2017. Tingkat Kekerapan dan Keparahan Kecelakaan Tambang Tahun 2017.
Suma’mur. 2014. Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). Jakarta: CV. Sagung Seto.
Candra SA. 2017. Pengaruh Pemberian Safety Talk Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Pekerja Bagian Weaving 2 PT. Kusumahadi Santosa Karanganyar.
Anggia, Nur. 2011. Efektivitas Komunikasi Safety Talk Sebagai Pemenuhan Informasi K3 Bagi Karyawan PT.Multikon. Rashid RA, dkk. 2014. Impact of Safety Communication on Safety Commtiment with Leader-Member Exchange Quality as A Moderating Factor: A Conceptual Frame Work.