GAMBARAN DETERMINAN PERILAKU MASYARAKAT MEROKOK DALAM RUMAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X BANYUWANGI
Main Article Content
Abstract
Salah satu indikator PHBS adalah perilaku merokok. Perilaku ini menjadi semakin berbahaya jika dilakukan di dalam rumah. Survei Mawas Diri yang dilakukan oleh Puskesmas X Banyuwangi menunjukkan hasil bahwa perilaku masyarakat merokok dalam rumah yaitu 43% atau 790 KK dari1840 KK yang disurvei. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui determinan masyarakat berperilaku merokok dalam rumah. Penelitian ini merupakan penelitian deskripstif kuantitatif, menggunakan desain studi cross sectional. Data penelitian diambil dari Kartu Kesehata Keluarga (K3) dan Survei Mawas Diri (SMD). Sampel penelitian menggunakan total populasi yang diambil dari pengunjung unit rawat jalan Puskesmas X, yaitu 50 orang. Analisis data menggunakan google form untuk mengetahui distribusi masyarakat yang merokok dalam rumah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 70% masyarakat berperilaku merokok dalam rumah. 74% responden tahu tentang bahaya merokok dalam rumah. Stres menjadi alasan responden atau keluarga merokok yaitu 48,6%. Sebesar 71,4% responden merokok saat santai. Beberapa responden ingin berhenti merokok, dengan cara bertahap 50%, pengalihan makan atau minum 36,4% dan spontan 13,6%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar responden berperilaku merokok dalam rumah karena determinan perilaku internal dan eksternal. Berdasarkan hasil penelitian, maka guna meminimalisir jumlah perokok dalam rumah perlu dilakukan pemberian penyuluhan secara rutin dari pemegang program promosi kesehatan Puskesmas X, serta perlu adanya kerja sama dari keluarga, teman, dan pihak kesehatan untuk mendukung penerapan PHBS rumah tangga.
Article Details
References
Departemen Kesehatan RI: (2009).
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 585 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas, Jakarta : (2007)
Profil Puskesmas X tahun (2018)
Riset Kesehatan Dasar. 2018, Hasil Utama Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Keputusan Menteri Kesehatan nomor 1114/Menkes/SK/VII/2005 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah, Jakarta (2005)
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2269 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Jakarta: (2011)
Susanto, D.N. Hubungan antara dukungan negatif orang tua dengan perilaku merokok pada remaja di desa Puro kecamatan Karangmalang kabupaten Sragen. [Skripsi]. Fakultas Ilmu Kesehatan UMS, Surakarta: (2013).
Peraturan Menteri KesehatanRepublik Indonesia Nomor 75Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, Jakarta: (2014)
Haryani. Hubungan Sikap, NormaSubjektif dan Perceived Behavioral Control dengan Intensi Kepala Keluarga yang Untuk Merokok di Dalam Rumah di Kelurahan Majasari Tahun 2014. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. (2015);6 (0): 41-46.
Ediana, D. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Merokok di Dalam Rumah di Kelurahan Tarok. Jurnal Human Care. (2016);1 (1): 2528-66510.
Kustanti, dkk.Hubungan AntaraPengaruh Keluarga, Pengaruh Teman dan Pengaruh Iklan Terhadap Perilaku Merokok Pada Remaja di SMPN 1 Slogohimo, Wonogiri [Skripsi]. Publikasi Ilmiah FIK Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta: (2016).