DETERMINAN KEKAMBUHAN PASIEN GANGGUAN JIWA YANG DIRAWAT KELUARGA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUAK RIBEE ACEH BARAT

Main Article Content

Susanti

Abstract

Gangguan jiwa merupakan adanya gangguan pada fungsi mental, yang meliputi; emosi, pikiran, perilaku, perasaan, motivasi, kemauan, keinginan, daya tilik diri dan persepsi sehingga mengganggu proses hidup di masyarakat. Jumlah pasien jiwa sebanyak 126 orang yang tersebar pada 10 desa dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Suak Ribee. Angka kekambuhan pasien juga masih tinggi sebesar 57%. Untuk menurunkan angka kekambuhan dibutuhkan dukungan keluarga yang optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan determinan kekambuhan pasien jiwa yang dirawat keluarga. Desain penelitian menggunakan survey analitik, dengan desain cros-sectional. Jumlah sampel 50 orang. Menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menemukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kekambuhan p value 0.013 (p<0.05), ada hubungan yang bermakna dukungan informasional dengan kekambuhan p value 0.001 (p<0.05), ada hubungan antara dukungan instrumental dengan kekambuhan p value 0.031 (p<0.05), dan ada hubungan yang bermakna dukungan penilaian dengan kekambuhan p value 0.016 (p<0.05). penelitian ini memberikan saran kepada manajerial UPTD Puskesmas Suak Ribee untuk meningkatkan program kesehatan jiwa masyarakat melalui peningkatan pengetahuan keluarga, dan peningkatan informasi tentang asuhan keperawatan jiwa untuk mencegah kekambuhan pasien jiwa.

Article Details

Section
Articles

References

Kemendagri RI., (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa.

Nasir, A & Muhith, A.( 2011). Dasar- Dasar Keperawatan Jiwa. Jakarta : Salemba Medika.

Isaacs, A. (2015). Panduan Belajar Keperawatan Kesehatan Jiwa & Psikiatrik. Edisi 3. Jakarta: EGC

Stuart, G.W. (2016). Buku Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart, Jilid 1: Edisi Indonesia, Budi Anna Keliat, Jakarta

Depkes. 2016. Hasil Riskesdas 2013. (diakses pada 10 Februari 2018 melalui www. litbang.depkes.go.id/sites/riskesdas/ Riskesdas%20Launching.pdf)

Kemenkes, RI. (2016). Peran Keluarga Dukung Kesehatan Jiwa Masyarakat, hhtp//www.depkes.go.id/, di unduh pada 15 Februari 2018

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat tentang Penderita Gangguan Jiwa Di Kabupaten Aceh Barat tahun 2017

Profil UPTD Puskesmas Suak Ribe tahun 2017

Videbeck, Sheila L. (2008). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC

Yosep, I. (2009). Keperawatan Jiwa. Bandung: PT Refika Aditama

Kurnia. (2015). Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kekambuhan Pada Pasien Skizofrenia Di Polipsikiatri

RSD Dr. Soebandi Jember. Jurnal kedokteran Jember. Fakultas kedokteran Jember

Farkhah. L.,Suryani, Hernawati. T. (2017). Faktor Caregiver dan Kekambuhan Klien Skizofrenia. JKP. Vol 5. No 1. April 2017. Hal 37-46

Sari, H. & Fina, F. (2011). Dukungan Keluarga dalam Mencegah Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Poliklinik rawat jalan RSJ Aceh. Idea Nursing Journal. Vol. II No. 3. ISSN: 2087-2879. Hal 176-186.

Suwardiman, D. (2011). Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Beban Keluarga untk Mengikuti Regimen Terapeutik pada Klien halusinasi di RSUD Serang. Tesis. FIK-UI

Ersida, dkk. (2016). Home Visit Perawat dan Kemandirian Keluarga dalam Petawatan halusinasi pada Pasien Schizoprenia. Jurnal Ilmu Keperawatan (2016) 4:1 ISSN: 2338-6371.

Sefrina, F. & Latipun. (2016). Hubungan Dukungan Keluarga dan Keberfungsian Sosial pada Pasien Skizoprenia Rawat jalan. Jurnal Ilmiah Osikologi Terapan. Vol. 04. No.02. ISSN: 2301-8267