GAMBARANTINGKAT KECEMASAN MAHASISWA TK III SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN BIMBINGAN BELAJAR SAAT MENGHADAPI UJI KOMPETENSI (Studi Kasus Di Prodi Keperawatan Tapaktuan Poltekkes Kemenkes Aceh)
Main Article Content
Abstract
Uji Kompetensi merupakan proses pengukuran penegetahuan, ketrampilan, dan perilaku peserta didik pada perguruan tinggi bidang kesehatan. Pelaksanaan uji kompetensi di Prodi Keperawatan Tapaktuan periode november 2017 jumlah peserta 161, yang lulus 124 (77%) tingginya persentase tingkat kelulusan 77% disebabkan pada saat itu sudah diberikan bimbingan belajar uji kompetensi secara intensif kepada mahasiswa, khusunya yang pertama mengikuti uji kompetensi (first taker). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan mahasiswa sebelum dan sesudah diberi bimbingan belajar dalam menghadapi uji kompetensi. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa DIII Keperawatan tingkat tiga Prodi Keperawatan Tapaktuan hampir semua dari mahasiswa (88,37%) berada pada kategori tidak cemas, Gambaran tingkat kecemasan mahasiswa setelah diberikan bimbingan saat menghadapi uji kompetensi di Prodi Keperawatan Tapaktuan secara keseluruhan berada pada kategori kecemasan ringan yaitu (74,41%), artinya mahasiswa merasakan cemas ringan setelah mengikuti try out institusional uji kompetensi. Uji kompetensi diberikan setelah diberikan bimbingan belajar, menurut wawancara Mahasiswa tidak merasakan cemas saat menghadapi bimbingan belajar. Saran kepada mahasiswa untuk dapat meningkatkan pola belajar dengan banyak membaca buku dan latihan soal, membuat terbiasa dan terlatih sehingga tidak merasa kecemasan yang berlebihan saat menghadapi soal ujian.
Article Details
References
Nursalam. (2012). Manajemen Keperawatan : Aplikasi Dalam Praktek Keperawatan Pofesional. Jakarta : Salemba Medika
Suherman, (2005). Bimbingan Belajar. Jakarta: UPI http;//respiratori UPI.
Anggraeni, N.(2015). Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Tingkat Tiga Prodi D3 Keperawatan dalam menghadapi Uji Kompetensi di Universitas Pendidikan Indonesia Jakarta : Tidak diterbitkan.
Hawari, Dadang.(2011). Manajemen Stres, Cemas dan Depresi. Jakarta : FKUI pp.63-6.
Hawari, Dadang. (2009).Psikometri alat Ukur (Skala) Kesehatan Jiwa.Jakarta : FKUI pp-63.
Navianti, E. (2011). Hubungan Dukungan Perawat dengan tingkat kecemasan orang tua di Ruang rawat anak RSAB Harapan kita Jakarta. Tesis Magister Keperawatan Pada FIK UI Depok Pada FIK UI Depok : tidak diterbitkan.
Dalami,E. Et al. (2009). Asuhan Keperawatan jiwa dengan dengan masalah Psikososial. Jakarta : CV.Trans Info Media.
Astria, Y. (2002). Hubungan karakteristik ibu hamil trimester III dengan kecemasan dalam menghadapi perslinan di Poliklinik kebidanan dan kandungan RSUP Fatmawati. Skripsi Keperawatan pada FKIK UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta: Tidak di Terbitkan
Tresna (2011). Efektivitas konseling behavioral dengan tehnik desensitisasi sistematis untuk mereduksi kecemasan menghadapi ujian. Tesis studi bimbingan dan konseling UPI bandung : Tidak di terbitkan.
Komalasari, G. Dan Herdi (2011). Coping Skills untuk mengatasi kecemasan menghadapi ujian Nasional pada siswa Sekolah menengah atas Negeri di Provinsi DKI Jakarta. Universitas Negeri Jakarta : Tidak diterbitkan.