FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPSIAGAAN KEPALA KELUARGA DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI (Di Desa Alue Deah Teungoh Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh)
Main Article Content
Abstract
Indonesia memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Di Desa Alue Deah Teungoh jumlah penduduk berjumlah 1.841 jiwa, 3.49 kepala keluarga. Saat terjadinya bencana gempa bumi pada tanggal 26 Desember Tahun 2004 yang berkekuatan 8,9 skala Richter jumlah penduduk di Desa Alue Deah Teungoh berjumlah 382 jiwa, 182 kepala keluarga,102 jiwa hilang, 1.075 jiwa meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan kepala keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi di Desa Alue Deah Teungoh Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 368 kepala keluarga dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 79 kepala keluarga.Tehnik pengumpulan sampel adalah secara proportional random sampling. Hasil penelitian dari 79 responden yang pengetahuannya kurang 45 (57,0%), sikapnya negatif sebanyak 44 (55,7%), sistem peringatan dini yang tidak tersedia 42 (53,2%).Kesimpulan dalam penelitian ini diperoleh bahwa tidak ada pengaruh pengetahuan terhadap kesiapsiagaan kepala keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi (p Value 0,691), ada pengaruh sikap terhadap kesiapsiagaan kepala keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi (p Value 0,040), ada pengaruh sistem peringatan dini terhadap kesiapsiagaan kepala keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi (p Value 0,046). Diberikannya pelatihan, simulasi bencana , mencari informasi tentang bencana untuk menambah wawasan keluarga sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan keluarga sebagai upaya mengurangi resiko bencana gempa bumi.
Article Details
References
Habibullah H. Kebijakan Penanggulangan Bencana Berbasis Komunitas: Kampung Siaga Bencana dan Desa/kelurahan Tangguh Bencana. Sosio Inf. 2013;
Jong DM, Suranto A, Gunardi H, Tumbelaka AR. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Vaksin Kombinasi DPwT (Sel Utuh) dan Hepatitis B. Sari Pediatri. 2016;3(2):72–6.
Susanti R, Sari SA, Milfayetty S, Dirhamsyah M. Hubungan Kebijakan, Sarana dan Prasarana dengan Kesiapsiagaan Komunitas Sekolah Siaga Bencana Banda Aceh. J Ilmu Kebencanaan Program Pascasarj Unsyiah. 2014;1(1).
Kultsum U, Fuad MZ, Isdianto A. Desain Jalur Evakuasi Tsunami di Daerah Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi Menggunakan Sistem Informasi Geografis Design of Tsunami Evacuation Routes in Pelabuhan Ratu Area of Sukabumi District using Geographic Information System.
Sili PD. Penentuan Seismisitas dan Tingkat Risiko Gempa Bumi. Universitas Brawijaya Press; 2013.
Malahika M, Rompas S, Bawotong J. Pengaruh Penyuluhan Kesiapsiagaan Bencana Banjir Terhadap Pengetahuan Keluarga Di Lingkungan I Kelurahan Pakowa Kecamatan Wanea Kota Manado. J Keperawatan UNSRAT. 2016;4(2).
Emami SB. Pengaruh Penyuluhan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Gempa Bumi terhadap Pengetahuan Siswa di SD Muhammadiyah Trisigan Murtigading Sanden Bantul [PhD Thesis]. STIKES’Aisyiyah Yogyakarta; 2015.
Rakhman AN, Kuswardani I. Studi Kasus Gempa Bumi Yogyakarta 2006: Pemberdayaan Kearifan Lokal Sebagai Modal Masyarakat Tangguh Menghadapi Bencana. In: Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains dan Teknologi (SNAST) Periode III 2012.