ASUPAN SERAT DAN MAKANAN JAJANAN SEBAGAI FAKTOR RESIKO OBESITAS PADA ANAK DI KOTA BANDA ACEH

Main Article Content

Agus Hendra Al Rahmad Rahmad

Abstract

Indonesia mempunyai masalah obesitas pada anak berusia 5-12 tahun mencapai 8,8%, Provinsi Aceh sebesar 5,9% dan prevalensi di Kota Banda Aceh sebesar 6,5%. Faktor penyebab terjadinya obesitas pada anak adalah pola makan, pola makan berperan besar dalam meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asupan serat dan makanan jajanan dengan terjadinya obesitas pada anak sekolah dasar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan case control study. Sampel diambil sebanyak 68 anak di Sekolah Dasar Negeri 20 Banda Aceh. Penelitian dilakukan pada Februari – April 2018. Pengumpulan data obesitas menggunakan z-score indeks IMT/U, data asupan serat dan makanan jajanan menggunakan recall 24 jam. Analisis menggunakan uji chi-square pada CI:95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asupan serat (p= 0,015) dan makanan jajanan (p= 0,012) dengan terjadinya obesitas pada anak SD Negeri 20 Banda Aceh. Kurangnya asupan serat berdampak terhadap obesitas sebesar 3,9, sedangkan asupan makanan jajanan yang lebih berdampak terhadap obesitas pada anak sebesar 4,3 kali. Kesimpulan, kurangnya asupan serat dan lebihnya asupan dari makanan jajanan merupakan faktor resiko obesitas pada anak Sekolah Dasar Negeri 20 Kota Banda Aceh. Saran, perlu pemantuan antropomteri lebih khusus ke murid dan membetuk kantin sehat untuk dapat menjual jajanan yang berkualitas nilai gizinya.

Article Details

Section
Articles

References

Wahyu GG. Obesitas pada anak. Jakarta: Bentang Pustaka; 2009.

Sartika RAD. Faktor risiko obesitas pada anak 5-15 tahun di Indonesia. Makara Kesehat. 2011;15(1):37–43.

Balitbangkes. Riset Kesehatan Dasar 2013. Pertama. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.; 2013.

Balitbangkes. Riset Kesehatan Dasar 2013 Berdasarkan Provinsi Aceh [Internet]. Pertama. Herman S, Puspasari N, editors. Banda Aceh: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI; 2013.17-26 p. Available from: terbitan.litbangkes.depkes.go.id

Sartika RAD. Prevalensi dan Determinan Kelebihan Berat Badan dan Kegemukan pada Anak Berusia5-15 Tahun. Kesmas Natl Public Heal J. 2011;5(6):262–8. AL-Rahmad AH, Miko A, Hadi A. Kajian stunting pada anak balita ditinjau dari pemberian ASI eksklusif, MP-ASI, status imunisasi dan karakteristik keluarga di Kota Banda Aceh. J Kesehat Ilm Nasuwakes. 2013;6:169–84.

Aprillia BA. Faktor yang berhubungan dengan pemilihan makanan jajanan pada anak sekolah dasar. Semarang: Diponegoro University; 2011.

Rahmad AHAL, Miko A. Kajian Stunting pada Anak Balita berdasarkan Pola Asuh dan Pendapatan Keluarga Di Kota Banda Aceh. Kesmas Indones. 2016;8(02):58–77.

Mariza YY, Kusumastuti AC. Hubungan antara kebiasaan sarapan dan kebiasaan jajan dengan status gizi anak sekolah dasar di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. J Nutr Coll. 2013;2(1):207–13.

Arimurti T. Hubungan Antara Asupan Energi, Karbohidrat, dan Protein dari Makanan Jajanan dengan Status Gizi Anak Sekolah Dasar Usia 9-12 Tahun. Surakarta: Universitas Negeri Sebelas Maret; 2010.

Irfan. Pola Konsumsi Sayur, Buah dan Aktivitas Sedentari Mahasiswa Obesitas Di Universitas Hasanuddin [Internet]. Universitas Hasanuddin; 2013. Available from: http://repository.unhas.ac.id/bitstrea m/handle/123456789/10683/IRFAN K21108256.pdf?sequence=1

Al Rahmad AH, Almunadia A. Pemanfaatan Media Flipchart dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Konsumsi Sayur dan Buah. J Kedokt Syiah Kuala. 2017;17(3):140–6.

Merawati D, Kinanti RG. Perilaku Makan pada Siswa Obesitas. J Iptek Olahraga. 2005;7(3):182–92.

Lameshow S, Hosmer DW, Klar J, Lwanga SK. Besar Sampel dalam Penelitian Kesehatan. Pramono D, Kusnanto H, editors. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 1997.

Kemenkes RI. Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. 1st ed. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat Ditjen Kesehatan Masyarakat; 2017. 69-72 p. Junaidi J, Noviyanda N. Kebiasaan Konsumsi Fast Food terhadap Obesitas pada Anak Sekolah Dasar Banda Aceh. Aceh Nutr J. 2016;1(2):78–82.

Salam M. Epidemiologi dan Patologi Obesitas dalam Obesitas Permasalahan dan Penanggulangannya. Yogyakarta: Laboratorium Farmakologi Klinik, Fakultas Kedokteran, UGM; 2009.

AL Rahmad AH. Malnutrisi pada Balita Pedesaan dengan Perkotaan berdasarkan Karakteristik Keluarga: Data PSG 2015. Idea Nurs J. 2016;7(3):43–52.

Miko A, Pratiwi M. Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Obesitas Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh. AcTion Aceh Nutr J. 2017;2(1):1–5.

Prihatini S, Jahari AB. Faktor risiko kegemukan pada anak sekolah usia 6-18 tahun di DKI Jakarta. Penelit Gizi dan Makanan (The J Nutr Food Res. 2007;30(1):32–40.