ANALISIS HUBUNGAN SIKAP DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENGETAHUAN IBU MENGENAI KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (Studi Kasus Di Wilayah Kerja Puskesmas Ulee Kareng)
Main Article Content
Abstract
Program pengembangan imunisasi sudah berjalan sejak tahun 1974 untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Di Indonesia angka Imunisasi dibeberapa daerah masih rendah karena sebab-sebab yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi. Seperti diketahui terdapat efek samping setelah pelaksanaan imunisasi (KIPI). Meningkatnya kasus KIPI dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program Imunisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengetahuan ibu mengenai KIPI. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu yang mempunyai bayi 1-12 bulan dan membawa anaknya ke Puskesmas Ulee Kareng, pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 85 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap dan dukungan keluarga berhubungan signifikan dengan pengetahuan ibu tentang KIPI dengan P value 0.000. Dan dari analisis multivariat didapatkan bahwa sikap dan dukungan keluarga memiliki hubungan yang kuat dengan pengetahuan ibu. Diharapkan agar dapat meningkatkan penyuluhan kesehatan pada masyarakat khususnya tentang Imunisasi dan KIPI dan cara penanggulangan jika terjadi KIPI pada balita.
Article Details
References
Hadinegoro SRS. Kejadian ikutan pasca imunisasi. Sari Pediatri. (2016);2(1):2–10.
Jong DM, Suranto A, Gunardi H, Tumbelaka AR. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Vaksin Kombinasi DPWT (Sel Utuh) dan Hepatitis B. Sari Pediatri. (2016);3(2):72–6.
Saragih HS, Refika T. Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Kipi) Dasar Lengkap Di Klinik Sehat Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu Tahun (2015). PANNMED. :45.
Mandesa E, Sarimin DS, Ismanto AY. Pengaruh Pedidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Orang Tua Tentang Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (Kipi). J Keperawatan. (2014);2(1).
Lumentut GP. Evaluasi Penyimpanan Dan Pendistribusian Vaksin Dari Dinas Kesehatan Kota Manado Ke Puskesmas Tuminting, Puskesmas Paniki Bawah Dan Puskesmas Wenang. Pharmacon. (2015);4(3):9– 15.
Indonesia MKR. Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 42 tahun 2013 tentang penyelenggaraan imunisasi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; (2013).
Soekidjo N. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jkt Rineka Cipta. (2012)
Musfiroh M, Pradina AV. Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Kipi) Campak Dengan Kecemasan Ibu Pasca Imunisasi Di Puskesmas Sangkrah Surakarta. Gaster J Ilmu Kesehat. (2014);11(2):16–24.
Hijani R, Nauli FA, Zulfitri R. Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi terhadap Kelengkapan Imunisasi Dasar pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Dumai Kota Kelurahan Dumai Kota. J Online Mhs Program Studi Ilmu Keperawatan Univ Riau. (2014);1(1):1–9.
ATIH R, RIZKY U. Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Ibu Terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Kipi) Difteri Pertusis Tetanus (Dpt) Di Kelurahan Bandar Buat Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Kilangan Padang Tahun (2010).
Supriatin E. Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Ketepatan Waktu Pemberian Imunisasi Campak Di Pasir Kaliki Bandung. KEPERAWATAN. (2015);3(1).
Anggraeni A. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Dasar Lengkap Anak dengan Kepatuhan Melaksanakan Imunisasi [PhD Thesis]. Fakultas Kedokteran (UNISBA); (2015).