DETERMINAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAJAYA KOTA SABANG

Main Article Content

Rahmayani

Abstract

Juru Malaria Lingkungan (JML) yang selalu sigap mendeteksi warganya yang demam dan survei migrasi yang selalu dilakukan terhadap pekerja dan turis merupakan hal kecil yang sudah lama eksis di Kota Sabang. Tapi penurunan angka malaria masih ada naik turunnya. Oleh karena itu diharapkan kepada masyarakat juga membantu petugas kesehatan dalam memberantas sarang nyamuk penyebab penyakit malaria agar penyakit malaria dapat hilang secara total di Kota Sabang. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat faktor yang berhubungan dengan kejadian Malaria di Wilayah kerja Puskesmas Sukajaya Kota Sabang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh rumah yang salah satu atau lebih anggota keluarganya pernah diperiksa darahnya secara mikroskopis malaria selama 6 bulan ini di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajaya Kota Sabang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 33orang, menggunakan tehnik purposive sampling. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan antara lingkungan rumah dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya Kota Sabang p value 0,024. ada hubungan antara perilaku dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya Kota Sabang p value 0,031. Sangat diperlukan adanya tambahan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat khususnya tentang malaria. Hal ini dapat dilakukan melalui sosialisasi pada saat PKK, Posyandu, atau pada saat ke Puskesmas.

Article Details

Section
Articles

References

Soedarmo S, Garn H, Hadinegoro S, Satari H. Malaria dalam Buku Ajar Infeksi & Pediatric Tropis. Ed Ke Dua Jkt IDAI. (2008).

Suwito S, Hadi UK, Sigit SH, Sukowati S. Hubungan iklim, kepadatan nyamuk Anopheles dan kejadian penyakit malaria. J Entomol Indones. (2015);7(1):42.

PPBB D, RI K. Buku Saku Menuju Eliminasi Malaria. Jkt Dir PPBB Ditjen PP Dan PL Kementerian Kesehatan RI. (2011)

Kementerian Kesehatan R. Data dan Informasi: Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta Kemenkes RI. (2017)

Santy S, Fitriangga A, Natalia D. Hubungan Faktor Individu dan Lingkungan dengan Kejadian Malaria di Desa Sungai Ayak 3 Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau. EJournal Kedokt Indones. (2014)

Rubianti I, Wibowo TA, others. Faktor- faktor Risiko Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Paruga Kota Bima Nusa Tenggara Barat. J Kesehat Masy J Public Health. (2012);3(3):174–185.

Ristadeli T, Suhartono S, Suwondo A. Beberapa Faktor Risiko Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Kecamatan Nanga Ella Hilir Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat. J Kesehat Lingkung Indones. (2013);12(1):82–87.

Nurdin E. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria Di Wilayah Tambang Emas Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung Tahun 2011. Program Studi Ilmu Kesehat Masy Fak Kedokt Univ Andalas Padang. (2011)

Hasyim H, Camelia A, Fajar NA. Determinan kejadian malaria di wilayah endemis. Kesmas Natl Public Health J. 2014;291–294.

Anjasmoro R. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Rembang Kabupaten Purbalingga. J Kesehat Masy Univ Diponegoro. (2013);2(1).

Syahrain SW, Kapantow NH, Joseph WB. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado Tahun 2014. Fak Kesehat Masy Univ Sam Ratulangi Manado. (2014)

Salim M, Suhartono S, Wahyuningsih NE. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di wilayah pertambangan emas tanpa izin (peti) Kecamatan Mandor Kabupaten Landak Propinsi Kalimantan Barat. J Kesehatan Lingkungan Indonesia. (2013);11(2):160–165.