GAMBARAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA SUBJEKTIF PADA PENGRAJIN KERAMIK DI KAMPUNG KERAMIK DINOYO, MALANG
Main Article Content
Abstract
Kelelahan merupakan masalah yang harus mendapat perhatian. Semua jenis pekerjaan baik formal dan informal menimbulkan kelelahan kerja. Kelelahan kerja dapat menyebabkan penurunan kapasitas, dandaya tahan kerja. Tujuan penelitian, untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja subyektif pada pengrajin keramik di Kampung Keramik Dinoyo, Malang padaJuni tahun 2019. Metode penelitian menggunakan studi cross sectional, pengambilan sampel pada 15 responden. Karakteristik responden umumnya berusia 36-45 tahun lama kerja >10 tahun, gizi normal,tidak merokok, konsumsi cairan lebih > gelas dan umumnya pekerja kelelahan kerja ringan. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan beban kerja memiliki koefisien korelasi paling kuat terhadapkelelahan kerja subyektif (p = 0,555), sedangkan iklim kerja memiliki koefisien korelasi lemah (0,378) terhadap kelelahan kerja. Status gizi dan konsumsi rokok memiliki korelasi sangat lemah dan berbanding terbalik terhadap kelelahan kerja subyektif dengan nilai sebesar (p = -0,212) dan (-0,189).Diperoleh diperoleh gambaran 3 hubungan sangat lemah yaitu antara faktor usia (p = 0,132), masa kerja (p = 0,180) serta konsumsi cairan (p = 0,100) terhadap kelelahan kerja. Dari hasil penelitian tersebut disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, menyediakan air minum yang mudah dijangkau oleh pengrajin, menyediakan alat untuk memindahkan keramik yang sudah kering.
Article Details
References
Almatsier, S. 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Ardhani, 2010. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Subyektif
Atiqoh J, Wahyuni I, Lestantyo D. Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Konveksi Bagian Penjahitan di CV. Aneka Garment Gunungpati Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat
BLS 2006. Revision to the 2006Census of Fatal Occupational Injuries (CFOI) file. U.S: Beraue of LabourStatistic
Bustan MN. 2000 Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Rineka Cipta
Damapoli, F. 2013. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Sopir Bus Trayek ManadoAmurang Di Terminal Malalayang Manado. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Fadila, N., Wahyu, A. & Wahyuni, A. 2016. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Petugas Cleaning Service Fakultas Universitas Hasanuddin
Gurusinga, UM. 2013. Perbedaan Kelelahan Tanpa dan Dengan Pemeberian Air Minum dan Pisang Ambon Pada Pekerja Pabrik Tahu Mrican Semarang. [Skripsi Ilmiah]. Semarang : Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Dipenogoro.
Haryono H dan Wati M. 2011. Hubungan Antara Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja Karyawan Laundry di Kelurahan Warungbroto Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta. Jurnal Kesmas UAD Vol.5. No.3 : 162-232.
International Labour Organization (ILO). 2013. Fire Risk Management, ILO, Geneva.
Lidya Monica, 2010. Gambaran Kelelhan Kerja pada Penjahit Pasar Petisah Kecamatan Medan Baru”. Skripsi . Medan; Fakultas Kesehatan Masyarakat; USU
Mauritis, Lientje Setyawti. 2010. Selintas Tentang Kelelahan Kerja. Yogyakarta: Amara Books
Ningsih, Sri Narulita, 2018. Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja yang Dialami Pekerja DIPO Lokomotif Kereta PT. Kereta Api Indonesia (PERSERO) Daerah Operasional 8 Surabya. Skripsi. Surabaya Universitas Airlangga.
NIOSH, 2011. Protecting Workers from Heat Illness. Washington D.C: NIOSH
Permatasari A.B , Farit Rezal ,Sabril Munandar. 2017. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Di Matahari Department Store Cabang Lippo Plaza Kendari Tahun 2016. JimkesmasJurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Vol. 2/No.5/ Januari 2017: 1-11
Setyawati, L. M. 2010. Selintas Tentang Kelelahan Kerja. Yogyakarta : Amara Book.
Suardi , R. 2005. Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja Jakarta : penerbit PPM
Sugiyono, 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekaran Kuantitatif,