FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SANITASI LINGKUNGAN PASAR DI PASAR PAGI KUTA BAWAH BARAT KECAMATAN SUKAKARYA KOTA SABANG TAHUN 2019
Main Article Content
Abstract
Pasar yang kurang diperhatikan dari segi kesehatan akan menimbulkan perkembangiakan penyakit, hal ini diakibatkan menumpuknya sampah dan segala kotoran yang membusuk dan tidak adanya selokan/drainase dan kondisi bangunan yang tidak memadai, sehingga menjadi tempat penularan penyakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi antara sanitasi lingkungan pasar di pasar pagi Kuta Bawah Barat Kecamatan Sukakarya Kota Sabang tahun 2019.Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, Populasi pada penelitian ini adalah semua pekerja sebanyak 425 pedagang dilingkungan pasar di pasar pagi Kuta Bawah Barat Kecamatan Sukakarya Kota Sabang tahun 2019, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling sebanyak 81 orang dengan penelitian dilaksanakan pada 07 Oktober sampai dengan 24 Oktober 2019. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner, selanjutnya dilakukan uji statistik dengan uji chi square.Hasil Penelitian pada analisa univariat menunjukan bahwa sanitasi lingkungan yang baik dengan 67,9%, peran pedagang sebanyak 60,5%,sarana dan prasarana sebanyak 67,9%, lama berperan sebagai pedagang sebanyak 58,0%. Sedangkan pada analisa bivariat menunjukan bahwa ada pengaruh antara peran pedagang dengan nilai p-value 0,011, sarana dan prasarana dengan nilai p-value 0,002, lama berprofesi sebagai pedagang dengan nilai p-value 0,002.Saran: Diharapkan kepada petugas yang mengelola pasa hendaknya memberikan informasi kepada masyarakat atau pedagang yang berada di pasar, supaya selalu menjaga dan merawat lingkungan pasar, agar terhindar dari kotoran maupun penyakit sanitasi yang kurang terhadap kesehatan.
Article Details
References
Abdullah, S. 2001. Tempat Tinggal Dengan Penduduk Luas. Bumi Aksara. Jakarta.
Adhyzal, 2013. Ilmu Kesehatan Masyarakat, PT Citra Adtya Bakti, Bandung.
Amiruddin, W.A., 2007. Berdagang di Swalyana Dengan Mutu Prestasi.. PSH. Jakarta.
Anwar, M. S. H S., 2003, Studi Lingkungan Perairan air Sungai di Kecamatan Gambut dan Kertak Hanyu Kalimantan Selatan, Jakarta, Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 10;3 : 183 – 192, 1990. (diakses pada tanggal 18 Maret 2013).
Arifin, M., 2009. Standar Sanitasi Pasar. (diakses pada tanggal 18 Maret 2013).
Armi, Hd. 2006. Hubungan Antara Perilaku Petugas Kebersihan Dengan Kesehatan Lingkungan Kota Jawa Tengah. Universitas Trisakti. Diakses tgl 05 Maret 2014. (diakses pada tanggal 18 Maret 2013).
Astuti, L.S., 2007. Prosedur Sanitasi dan Hygiene di Tempat kerja. Bumi Aksara. Jakarta.
Azwar, 1992, Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan, PT. Mutiara Sumber Widya, Jakarta.
Bahtiar, 2006, Kondisi Sanitasi Lingkungan Kapal Penumpang PT. Pelni KM. Lambelu, Makassar, Sulawesi Selatan.
Chandra, B., 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. EGC Jakarta.
Depkes RI., 1999. Pedoman Pelaksanaan Klinik Sanitasi, Ditjen PPM dan PL, Jakarta.
__________., 2007. Lingkungan Sehat Untuk Meningkat Derajat Kesehatan. Depertemen Kesehatan RI. Jakarta.
__________., 2009. Tugas Petugas Kebersihan Tiap Kota. Dutjen PMM dan PL. Jakarta.
Deliarnov. 2010. Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi. Erlangga Deli. Jakarta.
Entjang, 2012, Ilmu Kesehatan Masyarakat, PT Citra Adtya Bakti, Bandung.
Farida E. 2012. Pengaruh Penggunaan Feses Sapi dan Campuran Limbah Organik Lain Sebagai Pakan atau Media Produksi Kokon dan Biomassa Cacing Tanah Eisenia foetida savigry. Skripsi Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak. IPB. Bogor. (diakses pada tanggal 18 Maret 2013).
Hanafi. AD., 2002. Hubungan antara lama menetap di komplek dengan sanitasi lingkungan komplek Arbangka Jawa Barat Tahun 2002. Skripsi Universitas Trisakti. Diakses tgl 05 Maret 2014.
Ilyas, Y., 2006. Analisis Kesehatan Lingkungan Pasar Tradisional Pancur Batu Kabupaten. (diakses pada tanggal 18 Maret 2013).
Ismail, D.F., 2001. Sanitasi Dan Peran Lintas Sektor. EGC. Jakarta.
Jhonmes. 2005. Situasi Sanitasi. EGC. Jakarta.
Kepmenkes 2008. Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat Nomor 519/Menkes/SK/VI/2008 Jakarta: Direktorat Penyehatan Lingkungan Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (diakses pada tanggal 18 Maret 2013).
Keputusan Menteri Kesehatan No. 519/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat. diakses 12 januari 2013.
Kusnoputranto .Pasar sehat. diakses 14 Maret 2013.
Mukono, HJ., 2011, Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Surabaya : Airlangga University Press
Notoatmodjo, S., 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta
Nurma, A.D., 2004. Perilaku terhadap Lingkungan umum. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Nurbayani, N., Husna, H., Syam, B., Rosita, S., Zulyana, C., & Rafsanjani, T. M. (2021). Hubungan Kondisi Sanitasi dengan Keberadaan Kecoa pada Kapal Penumpang di Pelabuhan Ulee Lheue Kota Banda Aceh. Jurnal Serambi Akademica, 9(1), 1-11.
Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 37/M-Dag/Per/5/2017 Tentang Pedoman Pembangunan Dan Pengelolaan Sarana Perdagangan.
Soemirat, J., 2011, Kesehatan Lingkungan, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Syamsul M., 2018. Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner. Direktorat Jenderal Perternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Indonesia. (diakses pada tanggal 18 Maret 2013).
Syukron Z., 2015. Studi Sosiologis Tentang Pengelolaan Kebersihan Padapasar Tradisional Di Kota Pekanbaru (Studi Kasus Di Pasar Cik Puan, Pasar Pagi Dupa, Dan Pasar Sail). Universitas Riau (diakses pada tanggal 18 Maret 2013).
Sofyadi C., 2003. Konsep Pembangunan Pertanian dan Peternakan Masa Depan. Badan Litbang Departemen Pertanian. Bogor (diakses pada tanggal 18 Maret 2013).
Syamira, A., 2003. Masalah Sanitasi Lingkungan Tempat Umum. EGC. Jakarta.