FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PETANI PADI DI DESA JATIREMBE KECAMATAN BENJENG KABUPATEN GRESIK

Main Article Content

Rizky Bagas Ardiansyah
Indriati Paskarini

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan suatu resiko daeri setiap pekerjaan, tak terkecuali pada bidang pertanian. Petani berisiko mengalami kecelakaan kerja dikarenakan dalam bekerja tidak terlepas dari mesin, benda tajam, hewan dan tumbuhan yang bisa melukai, cuaca panas serta posisi kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada petani padi di Desa Jatirembe Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah petani padi di Desa Jatirembe sebanyak 100 orang, diambil sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan besar sampel 80 orang. Data didapatkan dengan wawancara kuesioner untuk mengetahui karakteristik individu (Usia, Masa/Lama Kerja, dan status pendidikan), cara kerja (bekerja tidak fokus, kelelahan), Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), alat kerja (benda tajam, mesin pertanian, setrum listrik perangkap tikus), bahan (penggunaan pestisida), lingkungan (sengatan matahari, hewan dan tumbuhan yang bisa melukai). Data dianalisis dengan chi-square test dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan kecelakaan kerja yang pernah terjadi adalah terkena benda tajam (56,8%), terluka karena hewan atau tumbuhan (53,1%), pingsan karena dehidrasi dan cuaca panas (34,6%), sesak nafas karena menghirup pestisida (32,1%), terluka karena mesin pertanian (25,9%),ntersengat listrik perangkap tikus (1,2%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah usia, masa kerja, penggunaan Alat Pelindung Diri, penggunaan mesin pertanian, sengatan terik matahari berhubungan dengan kecelakaan kerja pada petani padi.

Article Details

Section
Articles

References

Afini, Prilia N. Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja Di Unit Instalasi Pabrik Gula. UNNES journal of Public Health. Universitas Negri Semarang. 2012. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph/article/view/195/218 (sitasi 2 november 2018).

Anizar.2010. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Industri. Yogyakarta:Graha Ilmu.

Badan Pusat Statistik. 2015. Data kependudukan tahun 2015

Bungin, Burhan. 2003. Analisis Data Penelitian Kualitatif; Pemahaman filosofis dan metodologis kearah Penguasaan Model Aplikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Dwi Ayu Septiana. Faktor Yang Mempengaruhi Unsafe Action Pada Pekerja DiBagian Pengantongan Urea. Journal Of Public Health. Fakultas KesehatanMasyarakat Universitas Airlangga.2013.http://Journal.unair. ac.id/abstract.download.php?page=761 (sitasi 2 November 2018).

Internaitional Labour Organization.1983.Encyclopedia of Occupational Health and Safety

Lestari, T. 2007. Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) denganProduktifitas Kerja Karyawan (Studi Kasus: Bagian Pengolahan PTPN VIIIGunung Mas, Bogor).Jurnal.Bandung : Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB

Matnuh. Pengertian petani padi.Diakses dari http://id.shvoong.com/exactscienc es/agronomy-agriculture/2318402- pengertian petani/#ixzz3827X27ga (sitasi 14 November 2018).

Notosiswoyo, Mulyono. 2002. Center for research and development of Disease Control dengan subject Occupational Disease (NIHRD) Research report JKPKBPPK/2002/12/31.

Peraturan mentri tenaga kerja no 5 tahun 2018 tentang keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan kerja.

Pusat Penelitian Kependudukan LIPI. 2013. Sektor Ekonomi Unggulan dan Kemiskinan di Jawa Timur.www.kependudukan.lipi.go.id (Sitasi : 18 September 2018).

Ramli.2010. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001. Jakarta: Dian Rakyat.

Suma’mur. 2014. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). Jakarta: CV Agung Seto.

Surya. 2017. Dua Petani Tewas Akibat Jebakan Tikus Yang Mereka Buat Sendiri. Tersedia di http://bangka.tribunnews.com/2017/11/27/dua petani-tewas akibat jebakan-tikus-yang-mereka-buat sendiri. (Sitasi 18 September 2018).