PENGARUH INTENSITAS SOCIAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PROGRAM IMUNISASI DI PUSKESMAS WILAYAH KOTA PROBOLINGGO
Main Article Content
Abstract
Puskesmas merupakan salah satu organisasi pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan penuh ketergantungan antar individu serta unit program. Oleh karena itu, social capital sangat diperlukan dalam peningkatan kinerja puskesmas, disebabkan proses pelayanan di puskesmas lebih didominasi oleh layanan yang diberikan oleh sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh intensitas social capital terhadap kinerja program imunisasi di puskesmas wilayah Kota Probolinggo. Penelitian ini adalah penelitian observasional menggunakan analisis deskriptif dan pendekatan crosssectional yang diukur menggunakan kuesioner. Populasi penelitian adalah 6 puskesmas dan sampel ditentukan menggunakan total sampling. Responden adalah tim program imunisasi di setiap puskesmas dengan jumlah total responden adalah 82. Intensitas social capital diukur menggunakan lima elemen Conscise (2000) yaitu trust, reciprocity and mutuality, social networks, shared norms of behavior, dan sense of commitment and belonging. Kinerja program imunisasi diukur menggunakan indikator UCI pada bulan Januari – September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hanya elemen trust dan social networks yang berpengaruh terhadap kinerja program imunisasi. Pengaruh elemen trust terhadap kinerja program menunjukkan adanya pengaruh positif, sedangkan pengaruh elemen social networks menunjukkan pengaruh negatif terhadap kinerja program. Dilihat dari persebaran kuantitas pada hasil tabulasi silang elemen lainnya, menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat pengaruh antara intensitas elemen reciprocity and mutuality, shared norms of behavior, dan sense of commitment and belonging terhadap kinerja program imunisasi. Apabila dijadikan satu kesatuan intensitas social capital, maka hasil penelitian menggunakan tabulasi silang menunjukkan adanya pengaruh positif antara intensitas social capital dengan kinerja program imunisasi. Terjadinya imunisasi adalah dengan adanya partisipasi masyarakat, saran untuk penelitian selanjutnya dapat melihat dari sisi yang lainnya yaitu, intensitas social capital masyarakat terhadap kinerja program imunisasi.
Article Details
References
Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas. Jakarta: (2014).
Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Jakarta: (2017).
Rochmah, T.N. Model Jalur Pengaruh Social Capital terhadap Economic Value di Unit erja Rumah Sakit [Disertasi]. Universitas Airlangga, Surabaya: (2006).
Lynch, J., Due, P., Muntaner, C., and Davey, S.G. Social Capital – is it a Good Investment Strategy for Public Health. Journal Epidemiology Community Health. (2000); 54: 404-408.
Conscise. The Contribution of Social Capital in the Social Economy to Local Economc Development in Western Europe. [e-book]. (2000). [diakses 15 Januari 2019]available at:http://ec.europa.eu/research/research-eu/
Conscise. The Contribution of Social Capital in the Economy to Local Economic Development in Western Europe. Final Report. [e-book]. (2003). [Diakses 3 Agustus 2019] Available at: https://publications.europa.eu/en/public ation-detail/-/publication/f1f2eb4a- 6506-4461-b180-7c20075b9ffb/language-en.
Bullen P. & Onyx, J. Measuring Social Capital in Five Communities. The Journal of Applied Behavioral Science. (2000).
Fristiyawati, D. Analisis Hubungan Social Capital dengan Kinerja Puskesmas di Kota Surabaya [Skripsi]. Universitas Airlangga, Surabaya: (2011).
Medina, R. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Puskesmas dan Intensitas Social Capital terhadap Kinerja Program Imunisasi di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan [Tesis].Universitas Airlangga, Surabaya: (2016).
Flassy D.J., Rais, S., and Supriono A. Modal Sosial: Unsur-Unsur Pembentuk. Bappenas, Jakarta: (2009).
Woolcock, M. & Narayan, D. Social Capital: Implications for Development Theory, Research, and Policy. World Bank Research Observer. (2000); 15(2): 225-250.
Hasbullah, J. Sosial Kapital: Menuju Keunggulan Budaya Manusia Indonesia. MR-United Press, Jakarta: (2006).
Fukuyama, F. Trust: The Social Virtues And The Creation Of Prosperity. The Free Press, New York: (1995) [Diakses 3 Maret 2019] Available at: https://www.jstor.org/stable/20752121? seq=1
Meyer and Allen. Commitment in the workplace (Theory, Research, and Application). Sage Publication London, London: (1997).
Gibson, D. E. Developing the Professional Self-Concept: Role Model Construals in Early, Midel, and Late Career Stages. Organization Sciense. (2003); 14(5):591-610
Keban, Y.T. Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik. Gaya Media, Yogyakarta: (2004).
Putnam, Robert D. Bowling Alone: America’s declining social capital. Journal of Democracy. (1995); 6(1):6478.
Syahyuti. Peran Modal Sosial (Social Capital) dalam Perdagangan Hasil Pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi. (2008); 26(1):32-43.
Wardhana, A. K. Stress Kerja: Penyebab, Dampak, dan Solusinya (Studi Kasus pada Karyawan NET. Yogyakarta) [Tesis]. Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta: (2018).
Kiram, S. Stress dan Manajemen Stress pada Pegawai Puskesmas: Studi Deskriptif pada Puskesmas Raga Jaya, Kabupaten Bogor [Skripsi]. Universitas Indonesia, Depok: (2014).
Ghifary, M. T. Dimensi Social Capital yang Memengaruhi Kinerja Pegawai BPJS Kesehatan. Jurnal MKMI. (2017); 13(2):116-124
Ariani, D. W. The Relationship Between Social Capital, Organizational Citizenship, Behaviors, and Individual Performance: An Empirical Study from Banking Industry in Indonesia. Journal of Management Research. (2014); 4(2):226-241.
Syed, A. A., Sanjeev, B., and Anjali, S. Social Capital Framework: Examining the Online Public Conversation On Indian Discussion Board. AIMA Journal of Management and Reasearch. (2014); 8(1):1-23.