PENGARUH DIMENSI SELEKSI TIM LINTAS FUNGSI TERHADAP RELATIONAL COORDINATION DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH SURABAYA
Main Article Content
Abstract
Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya menerapkan tim lintas fungsi dalam manajemen rumah sakitnya. Dengan menggunakan metode tim lintas fungsi organisasi berusaha untuk meningkatkan koordinasi, meningkatkan waktu pengembangan teknologi dan mengurangi tingkat ketidakpastian. Permasalahan yang diangkat yaitu belum optimalnya kinerja Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya dengan rata-rata BOR masih dibawah 60%, kunjungan rawat jalan masih belum mencapai target (10%-20%), serta penurunan pemanfaatan penunjang medik sebesar 12,4% pada tahun 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Dimensi Seleksi Tim Lintas Fungsi terhadap Relational Coordination di Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya tahun 2012. Penelitian dilakukan di RS Muhammadiyah Surabaya dengan desain penelitian observasional deskriptif. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross sectional. Responden adalah anggota dari 12 Tim Lintas Fungsi di RS Muhammadiyah Surabaya sebanyak 29 responden. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Hasil dari penelitian ini yaitu pemilihan staf dari masing-masing unit kerja untuk menjadi anggota Tim Lintas Fungsi di Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya secara keseluruhan dipilih oleh manajemen. Sebesar 58,33% pelaksanaan seleksi tim lintas fungsi mengindikasikan relational coordination yang kuat. Dari keseluruhan hasil tabulasi silang antara dimensi seleksi tim pada tim lintas fungsi Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya dapat disimpulkan seleksi tim lintas fungsi yang baik dapat mempengaruhi terjalinnya Relational Coordination yang kuat.
Article Details
References
Ancona, D.G., 1990. Outward bound: Strategies for team survival in an organization. Academy of Management Journal 33, 334–365.
Campion, M.A., Medsker, G.J., Higgs, A.C., 1993. Relations between work group characteristics and effectiveness: Implications for designing effective work groups. Personal Psychology 46, 823–850.
Chen, S.J., Lin, L., 2004. Modeling team member characteristics for the formation of a multifunctional team in concurrent engineering. IEEE Transactions on Engineering Management 51, 111–124.
Fadyanto, H. 2017. Analisis Sistem Rekrutmen dan Seleksi pada PT. X. AGORA, vol. 5 no.1. Available at: https://media.neliti.com/media/publicat ions/56551-ID-analisis-sistem- rekrutmen-dan seleksi-pa.pdf
Ford, R.C., Randolph, W.A., 1992. Cross functional structures: A review and integration of matrix organization and project management. Journal of Management 18, 267–294.
Gittel, JH. 2009. Relational Coordination : Guidelines For Theory, Measurement And Analysis, Brendeis University, Massachusetts. http://www.bus.umich.edu/positive/pos research/Contributors/Relational%20Coordination%20Guidelines%20for%20Theory%20Measurement%20and%20Analysis%2002-20-09.pdf [diakses 02 September 2018].
Gittel, J., Seidner, R. & Wimbushs, J., 2010. A Relational Model Of How High- Performance Work Systems Work, Jurnal Organization Science. [Online] Available at: www.ilr.cornell.edu [Accessed 3 September 2018].
Gloor, P.A., Paasivaara, M., Schoder, D., Willems, P., 2008. Finding collaborative innovation networks through correlating performance with social network structure. International Journal of Product Research 46 (5), 1357–1371.
Hitt, M.A., Hoskisson, R.E., Nixon, R.D., 1993. A mid-range theory of interfunctional integration, its antecedents, and outcomes. Journal of Engineering and Technology Management 10, 161–185.
Kalam, D.Z., 2008. Effect of Similiarity- Dissimiliarity, Team Cohesion, and Hospital Cross Functional Teamworks