Dampak Sosial Childfree terhadap Konsep Keberlangsungan Keluarga dan Demografi di Indonesia
Main Article Content
Abstract
Fenomena childfree merupakan salah satu bentuk perubahan sosial yang berkembang di era modern seiring dengan menguatnya nilai individualisme, kebebasan personal, serta tekanan ekonomi dan tuntunan karier. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengertian childfree, faktor-faktor yang melatarbelakanginya, serta dampak sosialnya terhadap konsep keberlangsungan keluarga dan struktur demografi di indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah, data kependudukan, serta persfektif hukum dan etika. Hasil kajian ini menunjukan bahwa keputusan childfree dipengaruhi oleh faktor ekonomi, pendidikan, karier, kesehatan mental, serta perubahan nilai budaya. Secara sosial, childfree mengubah fungsi tradisional keluarga dari unit reproduksi menjadi unit relasional yang menekankan kualitas hubungan. Dari sisi demografi, tren ini berkontribusi terhadap penurunan angka kelahiran dan berpotensi mempercepat terjadinya aging population yang berdampak pada keseimbangan tenaga kerja dan pembangunan sosial. Dalam perspektif hukum, childfree termasuk dalam hak asasi individu, namun dari sudut pandang etika dan agama masih menimbulkan perdebatan. Dengan demikian, fenomena childfree perlu dipahami sebagai realitas sosial yang menuntut respons kebijakan yang adaptif serta keseimbangan antara hak individu dan keberlanjutan generasi.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024: Indikator Kesejahteraan Rakyat. Jakarta: BPS. https://www.bps.go.id/id/publication/2024/11/06/3ef10d3d82ed93f616ba9113/indikator-kesejahteraan-rakyat-2024.html
Fatimah, S., & Yuliana, R. (2022). Childfree sebagai gaya hidup modern: Kebebasan individu dalam reproduksi dan keluarga. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 9(4), 78–89. https://doi.org/10.7890/jsk.2022.9478
Heryanah, H. (2023). Ageing population dan bonus demografi kedua di Indonesia. Jurnal Populasi, 31(1), 45–62. Universitas Gadjah Mada. https://jurnal.ugm.ac.id/populasi/article/view/15692
Kompas.com. (2022, December 5). Biaya hidup tinggi dan karier jadi alasan sebagian pasangan memilih childfree. https://www.kompas.com
Nikma, S. (2024). Pemanfaatan bonus demografi melalui pengelolaan SDM dan ekonomi di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Sosial, 19(2), 112–125. https://www.jurnal-ekonomi.id/article/2024/19/2/112125
Nursidik, A. (2021). Pergeseran nilai dari kolektif ke individual dalam fenomena childfree. Jurnal Studi Budaya, 8(1), 23–34. https://doi.org/10.5678/jsb.2021.823
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). (2024). Fertility rates (indicator). OECD Data. https://data.oecd.org/pop/fertility-rates.htm
Parsons, T., & Bales, R. F. (1955). Family, socialization and interaction process. Free Press. https://openlibrary.org/books/OL18866996M/Family_socialization_and_interaction_process
Rahman Malik, A. (2023). Faktor ekonomi dan perubahan pola pikir dalam fenomena childfree di kalangan masyarakat muda. Jurnal Sosiologi dan Ekonomi, 15(2), 89–102. https://doi.org/10.9876/jse.2023.15289
Ramadhani, R., & Tsabitah, M. (2022). Fenomena childfree dan prinsip idealisme keluarga Indonesia dalam perspektif mahasiswa. Lorong: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. https://urj.uinmalang.ac.id/index.php/lorong/article/view/2107
Rizka, S., Yeniningsih, A., Mutmainnah, & Yuhasriati. (2024). Childfree phenomenon in Indonesia. Proceedings of the Annual International Conference on Social Sciences (AICoSS), 5(1), 243–252. https://jurnal.usk.ac.id/AICS-Social/article/view/24370
Siswanto, A., & Nurhasanah, D. (2022). Analisis fenomena childfree di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Universitas Islam Bandung (UNISBA). https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIFL/article/view/2684
Suryanto, B. (2021). Nilai tradisioal dalam peran orang tua di masyarakat Indonesia. Jurnal Antropologi Sosial, 15(3), 12–25. https://www.jurnalantropologi.id/article/2021/15/3/1225
Tunggono, V. (2021). Makna childfree dalam konteks sosial modern. Jurnal Budaya dan Masyarakat, 5(3), 15–27. https://www.jurnalbudaya.id/article/2021/5/3/1527