Menjaga Keseimbangan: Pelestarian Bahasa Daerah dalam Dinamika Bahasa Indonesia di Era Modern
Main Article Content
Abstract
Bahasa daerah memiliki peran penting dalam identitas budaya, tetapi dominasi bahasa Indonesia dan bahasa asing mengancam keberlangsungannya. Penelitian ini berfokus pada tantangan dan solusi dalam menjaga keseimbangan antara bahasa daerah dan bahasa Indonesia di era modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan observasi di sekolah serta keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi bahasa Indonesia dalam pendidikan dan pekerjaan, kurangnya literasi dalam bahasa daerah, serta pengaruh media sosial menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan penggunaan bahasa daerah. Namun, dengan integrasi bahasa daerah dalam kurikulum, pembuatan konten digital berbasis bahasa daerah, serta penguatan peran keluarga dalam komunikasi sehari-hari, pelestarian bahasa daerah dapat dilakukan secara efektif. Data penelitian dipaparkan dalam bentuk tabel untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tren penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda. Dengan strategi yang tepat, keseimbangan antara bahasa daerah dan bahasa Indonesia dapat dijaga sehingga keduanya tetap berkembang.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Aminah, S. (2023). Peran sekolah dalam pelestarian bahasa daerah melalui kurikulum muatan lokal. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 18(2), 123–135.
Anwar, K. (2022). Pengaruh media sosial terhadap penggunaan bahasa daerah di kalangan remaja. Jurnal Komunikasi dan Sosial, 10(1), 45–58.
Ardiansyah, R. (2021). Strategi komunitas lokal dalam mempertahankan bahasa daerah. Jurnal Linguistik Terapan, 15(3), 200–212.
Dewi, L. S. (2020). Implementasi teknologi digital dalam pelestarian bahasa daerah. Jurnal Teknologi Pendidikan, 22(4), 299–310.
Fauzi, A. (2019). Peran keluarga dalam transmisi bahasa daerah kepada anak. Jurnal Psikologi Pendidikan, 14(2), 89–101.
Fishman, J. A. (1991). Reversing language shift: Theoretical and empirical foundations of assistance to threatened languages. Multilingual Matters.
Handayani, M. (2018). Kebijakan pemerintah dalam revitalisasi bahasa daerah. Jurnal Kebijakan Publik, 7(1), 55–67.
Irawan, D. (2017). Eksistensi bahasa daerah dalam budaya populer: Studi kasus musik tradisional. Jurnal Seni dan Budaya, 12(3), 145–157.
Kurniawan, F. (2016). Pendidikan bilingual dan dampaknya terhadap pelestarian bahasa daerah. Jurnal Pendidikan Bahasa, 8(2), 75–88.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2021). Kebijakan pemertahanan bahasa daerah di Indonesia. Diakses pada 10 Juni 2023, dari https://www.kemdikbud.go.id/kebijakan-bahasa
Liputan6.com. (2019, 18 Maret). 4 ciri-ciri globalisasi yang tanpa disadari mengubah kehidupan. Diakses pada 19 Maret 2019, dari https://www.liputan6.com/citizen6/read/3919594/4-ciri-ciri-globalisasi-yang-tanpa-disadari-mengubah-kehidupan
Lestari, P. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran bahasa daerah di perkotaan. Jurnal Sosiolinguistik, 9(1), 33–46.
Mulyadi, S. (2014). Peran media massa dalam mempromosikan bahasa dan budaya daerah. Jurnal Komunikasi Massa, 6(4), 210–223.
Nugroho, T. (2013). Tantangan pelestarian bahasa daerah di era globalisasi. Jurnal Globalisasi dan Kebudayaan, 5(2), 98–110.
Prasetyo, E. (2012). Penggunaan bahasa daerah dalam pendidikan formal: Studi kasus di Jawa Tengah. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 11(3), 180–192.
Rahmawati, Y. (2011). Sikap generasi muda terhadap bahasa daerah: Antara kebanggaan dan keengganan. Jurnal Psikologi Sosial, 13(2), 120–132.
Romaine, S. (2006). Planning for the survival of linguistic diversity. Language Policy, 5(4), 441–473.
Saputra, H. (2010). Dokumentasi bahasa daerah sebagai upaya pelestarian: Tantangan dan solusi. Jurnal Ilmu Perpustakaan, 4(1), 50–62.
Sumarsono, P. (2009). Pendidikan formal sebagai sarana utama dalam mempertahankan bahasa daerah. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 15–27.
Tjandra, S. N. (2014). Sintaksis Jepang. Bina Nusantara.
Wahyuni, R. (2009). Integrasi bahasa daerah dalam kurikulum nasional: Sebuah tinjauan kritis. Jurnal Pendidikan Nasional, 3(2), 70–83.
Yulianti, D. (2008). Pengaruh urbanisasi terhadap penggunaan bahasa daerah di Indonesia. Jurnal Demografi dan Sosial, 2(3), 155–167.
Zulkarnain, M. (2007). Revitalisasi bahasa daerah melalui festival budaya lokal. Jurnal Kebudayaan Indonesia, 1(1), 25–37.