Upaya Guru PJOK Dalam Mengembangkan Media Pembelajaran PJOK Pada SMA Negeri Kota Bahagia Aceh Selatan

Main Article Content

Naufal Amar
Boihaqi
Syahrial

Abstract

Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian Guru dalam setiap kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu Guru perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini guru dituntut lebih kreatif dalam memberdayakan dan mengembangkan media yang dimiliki sekolah. Berdasarkan dari uraian latar belakang masalah tersebut diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimana Upaya Guru PJOK Dalam Mengembangkan Media Pembelajaran PJOK Pada SMA Negeri Kota Bahagia Aceh Selatan. Berdasarkan dari latar belakang diatas, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: Upaya Guru PJOK Dalam Mengembangkan Media Pembelajaran PJOK Pada SMA Negeri Kota Bahagia Aceh Selatan. Penelitian ini dapat digolongkan dalam penelitian deskriptif. Sesuai dengan judul penelitian, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Guru pendidikan jasmani pada SMA Negeri Kota Bahagia Aceh Selatan yang berjumlah 2 orang. Mengingat kecilnya populasi, maka peneliti mengambil semua Guru penjasorkes untuk dijadikan sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara “total sampling”. Untuk mengumpulkan data penulis menggunakan penelitian lapangan. Untuk mendapatkan data dilapangan terlebih dahulu penulis melakukan observasi, dan menyebarkan angket. penulis mengambil statistik sederhana dengan metode distribusi frekuensi dalam mengalisis data yang diproleh. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, secara umum guru penjasorkes pada SMA Negeri Kota Bahagia Aceh Selatan telah berupaya mengembangkan media pembelajaran penjasorkes pada saat proses belajar mengajar. Hal ini dapat dibuktikan bahwa 100% guru menyatakan mengembangkan media dengan memodifikasi media yang ada, 100% guru menyatakan memilih media yang tidak membahayakan dalam menggunakan media pada saat proses belajar mengajar dan 100% guru menyatakan memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang media pembelajaran yang dipakai pada saat proses belajar mengajar.

Article Details

Section
Article