Karakteristik Pektin Dari Limbah Kulit Jeruk Peras (Citrus Reticulata) Menggunakan Metode Ektraksi Maserasi Dengan Variasi Pelarut

Main Article Content

Cut Khairatul Mahzuri
Liya Fitriyana
Rita Sunartaty

Abstract

Kebutuhan pektin di indonesia semakin berkembang dengan bertambahnya industri- industri makanan. Pektin merupakan senyawa polisakarida dengan bobot molekul tinggi dan digunakan dalam pembentuk gel dan pengental. Jeruk peras (Citrus reticulata) banyak mengandung pektin terutama pada bagian kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi pektin dari limbah kulit jeruk peras dan kemudian dilakukan karakteristik untuk menentukan mutu pektin. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan menggunakan tiga variasi pelarut yang berbeda, yaitu HCl, asam asetat, dan asam sitrat. Setelah melewati proses ekstraksi kemudian dilakukan penyaringan, pemurnian, pengendapan, dan pengeringan hingga menghasilkan pektin kering. Pektin kering kemudian dilakukan karakterisasi dengan beberapa parameter diantaranya randemen, kadar air, kadar abu, berat ekivalen, kadar metoksil, kadar asam galakturonat, dan derajat esterifikasi. Hasil yang didapat setelah dilakukan penelitian dan pengujian adalah data randemen sebesar 14,294%, kadar air sebesar 37, 2%, kadar abu 10%, berat ekivalen 714,2 mg, kadar asam galakturonat sebesar 33, 81%, dan derajat esterifikasi 108%. Karakteristik dari pektin yang dihasilkan dalam penelitian ini sudah memunuhi standar IPPA (Internasional Pectin Producer Association).

Article Details

Section
Article