Efektivitas Penggunaan Jenis Pupuk Organik Cair Terhadap Budidaya Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.) Secara Microgreen

Main Article Content

Ermi Yanti
Rita Sunartaty
Chairuni AR

Abstract

Sampah merupakan bahan yang tidak mempunyai nilai, tidak dapat digunakan dan sering terbuang sia-sia. Sampah yang berasal dari bahan organik seperti kulit pisang, ampas kopi, air cucian beras dapat kita jadikan sebagai bahan dasar dalam pembuatan pupuk organik cair karena mengandung banyak unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Salah satu tanaman yang membutuhkan unsur hara untuk menambah  nutrisi pada tanaman   tersebut yaitu microgreen. Microgreen merupakan sayuran kecil, muda, lunak dan berwarna hijau muda yang dipanen pada umur 7-14  hari. Microgreen   memiliki   banyak   kandungan   nutrisi dibandingkan sayuran yang dewasa. Metode penelitian ini bersifat eksperimental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas perlakuan pupuk organik cair berbahan dasar dari sampah rumah tangga atau industri yaitu ampas kulit pisang, ampas kopi dan air cucian beras terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman microgreen pakcoy. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode perbandingan beberapa jenis pupuk organik cair dengan penambahan EM4 dan tanpa penambahan EM4, yang terdiri dari 7 perlakuan , yaitu : P0 : Kontrol / air bersih : 0 mL/100 mL, P1 : POC kulit pisang : 10 mL/90 mL air, P2 : POC ampas kopi : 10 mL/90 mL air, P3 : POC air cucian beras : 10 mL/90 mL air, P4 : POC kulit pisang + EM4 : 10 mL/90 mL air, P5 : POC ampas kopi + EM4 : 10 mL/90 mL air, P6 : POC air cucian beras + EM4 : 10 mL/90 mL air. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan P3 yaitu pupuk organik cair ( POC ) air cucian beras yang menghasilkan nilai pH sebesar 6,77, kadar C-organik 4,20 %, daya kecambah 90%, tinggi tanaman 6,02 cm, jumlah daun 229 helai, berat segar 6,375 gr dan berat kering 0,326 gr.

Article Details

Section
Article